Breaking News:

Berita Nasional

Telkomsel Pastikan Pemulihan Jaringan di NTT Pascabadai Seroja Berangsur Pulih

kondisi jaringan operator seluler Telkomsel di NTT berangsur pulih, meski masih diperlukan perbaikan dari tim yang sudah diturunkan ke lapangan

Editor: Feryanto Hadi
Syafika Lamawuran untuk Pos Kupang
Kondisi banjir bandang di kecamatan Adonara Timur dan Ile Boleng Flores Timur. Banyak rumah roboh termasuk mobil tanki terguling. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemulihan jaringan operator seluler Telkomsel masih terus dilakukan pascbanjir bandang akibat siklon tropis Seroja yang melanda sejumlah wilayah di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bencana itu turut merusak infrastruktur jaringan yang dimiliki oleh Telkomsel. Akibatnya, BTS milik Telkomsel banyak yang harus diperbaiki akibat tidak adanya power supply untuk menyalakan sistem operasi menara tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Executive Vice President East Area Sales Telkomsel, Andri Wibawanto. Andri mengonfirmasi bahwa kondisi jaringan operator seluler "pelat merah" itu di NTT berangsur pulih, meski masih diperlukan perbaikan dari tim yang sudah diturunkan ke lapangan.

Baca juga: Indonesia Gandeng Jerman Tingkatkan Infrastruktur Mutu Produk dan Jasa

Baca juga: IHSG Bisa Melemah Lagi Gara-gara Khawatir Pemulihan Ekonomi Masih Jauh

"Semua BTS yang terdampak di NTT berangsur pulih. Kondisi network kami di sana sudah pulih sekitar 64 persen, jadi masih ada 36 persen yang masih menjadi PR Telkomsel. Tim kita sudah standby dan terus melakukan perbaikan agar jaringan kembali normal," kata Andri di konferensi pers virtual Telkomsel Siaga RAFI 2021, Senin (12/4/2021).

Sejumlah hambatan di lokasi jadi faktor sulitnya akses jaringan Telkomsel di wilayah NTT akibat ketersediaan listrik yang belum merata.

Sehingga, tim yang melakukan perbaikan harus menyediakan ratusan unit genset untuk menyuplai daya agar jaringan tetap menyala di wilayah NTT.

Baca juga: Muncul Gerakan Lengserkan Cak Imin, Pengamat Singgung Karma Masa Lalu saat Cak Imin Kudeta Gusdur

"Kendala utama di NTT adalah listrik dari PLN yang juga terdampak. Jadi kami harus menyiagakan sekitar 120 unit mobile backup power untuk menjaga jaringan di NTT," imbuh Andri.

Meski sudah berangsur normal, Andri mengungkapkan bahwa pemulihan jaringan Telkomsel di NTT kemungkinan akan memakan waktu yang cukup lama.

Sebab, ada beberapa base transceiver station (BTS) yang roboh akibat bencana alam tadi yabg yang artinya perlu dibangun kembali di lokasi yang relatif aman.

Baca juga: Data Penggunanya Dikabarkan Bocor ke Publik, Ini Kata Bos Clubhouse

"Yang agak berat itu ada sekitar 6 BTS yang roboh di NTT dan itu membutuhkan waktu untuk pemulihannya. Praktis BTS itu sudah tidak berfungai kembali, sehingga kami akan berkoordinasi dengan tim di lapangan untuk membangun kembali BTS itu di lokasi yang relatif aman," jelas Andri.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved