Breaking News:

Cegah Apartemen Jadi Bisnis Prostitusi Online, Ini Saran dari Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna

Yayat mengatakan, perlu adanya kolaborasi antara kepolisian, penghuni dan pengelola apartemen agar hal itu tidak berulang. 

Editor: Murtopo
Wartakotalive.com/Andika Panduwinata
Dijadikan tempat prostitusi, dua unit kamar di salah satu apartemen bilangan Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang disegel petugas Satpol PP setempat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna memberikan saran untuk mencegah pemilik unit jadikan apartemen sebagai tempat bisnis prostitusi online

Yayat mengatakan, perlu adanya kolaborasi antara kepolisian, penghuni dan pengelola apartemen agar hal itu tidak berulang. 

Menurutnya, tujuan pengembangan kepemilikan apartemen adalah ditujukan bagi mereka yang belum miliki tempat tinggal. 

Namun, ada saja orang yang memiliki kemampuan secara finansial berlebih punya tujuan lain, yakni berbisnis prostitusi online di unit apartemen agar mendapat keuntungan. 

Baca juga: Apartemen Jadi Tempat Prostitusi Online, Wagub: Bakal Pertimbangkan Jatuhkan Sanksi ke Pengelola

"Tapi kan kita tidak tahu bisnisnya itu apa, masing-masing orangnya saja. Untuk pemilik, selama si penyewa bayar ya sudah, sehingga itulah yang membuat transaksi ini paling cepat menghasilkan," ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (12/4/2021). 

Dia menegaskan, pemilik maupun broker properti jangan hanya mengejar keuntungan dengan sewa harian tanpa melakukan pengawasan yang ketat digunakan untuk apa unit apartemennya. 

Adapun sifat individualistis dalam kehidupan hunian apartemen dinilainya sedikit demi sedikit harus dikikis, di mana sistem sewa atau kontrak membuat pemilik tidak bisa memantau apa yang dilakukan penyewanya karena masuk ranah pribadi. 

Baca juga: Pemprov DKI Pertimbangkan Sanksi bagi Pengelola Apartemen terkait Prostitusi Online

Untuk itu, Yayat menambahkan, baik pihak pengelola apartemen atau penghuni yang bertetangga harus lebih jeli dan menjalin hubungan yang baik. 

"Apabila ada hal yang mencurigakan segera melapor ke polisi, fungsi komunitas harus berjalan, CCTV juga terus memantau serta menegur apabila memang ada yang mencurigakan. Orang tidak bisa terbuka semua, tergantung niatnya orang beli apartemen tujuannya apa,” pungkasnya.

Sanksi dari Pemerintah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang mempertimbangkan untuk memberi sanksi kepada pengelola apartemen yang kedapatan kasus prostitusi online.

Terakhir kali, kasus prostitusi online terjadi di Apartemen Gading Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Rabu (7/4/2021). Demikian diungkap Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza).

“Saya kira perlu dipertimbangkan pengelola yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, saya kira perlu kita pertimbangkan untuk berikan sanksi, nanti kami akan kaji terlebih dahulu,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Kamis (8/4/2021).

Dalam kesempatan itu, Ariza mengimbau kepada pengelola apartemen harus lebih peduli terhadap kasus-kasus penyimpangan seperti peredaran narkoba, prostitusi dan sebagai. Pengelola diminta jangan hanya sekadar mencari keuntungan, tanpa memperhatikan kasus kejahatan di sekitarnya.

Baca juga: VIDEO BTN BSD Bantu Tanggulangi Penyebaran Covid-19 di Perumahan Griya Serpong Asri

Baca juga: Starvo Targetkan Hadirkan 5.000 SPKLU dalam Lima Tahun

“Para pengelola apartemen dalam mengelola tidak sekadar mencari keuntungan dari pengelolaan, sewa, dan jual-beli apartemen, tapi memastikan lingkungan apartemennya aman dan jauh dari tempat-tempat prostitusi,” imbuhnya.

“Apalagi anak-anak kita yang masih di bawah umur, ini menjadi tugas kita semua. Para pengelola, kami juga sudah sampaikan berkali-kali sebelumnya, bahwa kita punya tanggung jawab yang sama utk menjaga anak-anak kita termasuk di apartemen-apartemen jangan sampai menjadi korban prostitusi,” lanjutnya.

Namun demikian, kata dia, menghilangkan kasus prostitusi tidak semudah membalikan telapak tangan. Diperlukan peroses dan kerja sama yang kuat antara pengelola, penghuni apartemen dan masyarakat sekitar untuk berkomitmen melawan tindakan kejahatan.

“Yang terpenting pemerintah punya komitmen, konsistensi yang tinggi untuk membuat regulasi sebaik mungkin, menghadirkan aparat, melakukan kampanye, sosialisasi, berkolaborasi, bersinergi, dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengatasi berbagai masalah bangsa, terutama di Jakarta,” ungkapnya.

Baca juga: Aksi Heroik Warga Ciputat Gagalkan Aksi Perampokan, Tak Gentar saat Pelaku Menembak Bertubi-tubi

Baca juga: Dahsyat, Belum 2 Bulan, 9 Tokoh Nasional, Termasuk 5 Menteri Sudah Kunjungi Wali Kota Gibran

Seperti diketahui, AC (12), anak perempuan hampir dijadikan pekerja seks komersial (PSK) saat di Apartemen Gading Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara oleh sang muncikari, DF (27) seharga Rp 450.000.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan mengatakan, korban yang masih duduk di kelas 5 SD ditawarkan seharga Rp 450.000 untuk sekali main kepada pria hidung belang. “Jadi sekali main itu ditawarkan seharga Rp 450.000,” kata Guruh, Rabu (7/4/2021).

Menurut Guruh, dengan harga tersebut, DF akan mengambil keuntungan Rp 150.000. Sementara sisanya sebesar Rp 300.000 diberikan kepada korban atas jasanya tersebut. “Rp 300.000 untuk korban, sisanya diambil pelaku,” sambung Guruh.

Baca juga: MIRIS! Muncikari Jual Gadis di Bawah Umur Rp 450.000 di Kelapa Gading Lewat Prostitusi Online

Penggerebekan Apartemen di Tangerang

Sebelumnya diberitakan dua unit kamar di salah satu apartemen bilangan Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang disegel petugas Satpol PP setempat.

Penyegelan tersebut dilakukan lantaran sebelumnya dua kamar itu diduga dijadikan sebagai sarana prostitusi oleh dua orang perempuan yang berinisal BN dan MW.

Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya beberapa bekas alat kontrasepsi di kedua kamar tersebut.

Terlebih pada aplikasi di handphone keduanya didapati beberapa bukti transaksi yang menguatkan dugaan bisnis prostitusi ini.

Baca juga: Satpol PP Kabupaten Tangerang Jaring 32 PMKS, Dites Rapid Antigen Sebelum Dikirim ke UPT Rehab

"Kami mendapati dua terduga PSK dan didapati bukti-bukti yang mengarah ke sana," ujar Ghufron Falfeli, Kepala Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang kepada Warta Kota, Jumat (2/4/2021).

Ia menjelaskan kedua terduga PSK tersebut untuk selanjutnya dilakukan pembinan.

Dengan mengirimkan mereka kepada Dinas Sosial Kota Tangerang.

"Keduanya kami lakukan pendataan, untuk selanjutnya dilakukan pembinaan oleh teman-teman yang ada di Dinsos," ucapnya.

Baca juga: Satpol PP Sebut Tempat Hiburan Malam di Kabupaten Bogor Buka Saat Ramadhan Kena Sanksi

Menurutnya penangkapan terduga PSK dan penyegalan kedua kamar yang disinyalir digunakan sebagai sararana prostitusi tersebut tidak terlepas dari peran pengelola dan kemananan setempat.

Dirinya juga berharap penegakan peraturan daerah No. 8 Tahun 2005 tentang pelacuran dapat lebih optimal.

"Kami bekerja sama dengan sekuriti manajamen, jadi kami sama-sama berkomitmen antara Pemerintah Kota Tangerang dan manajemen untuk menegakan Perda No. 8 Tahun 2005 tentang larangan prostitusi," kata Ghufron.

Baca juga: Kamar Apartemen di Kota Tangerang Disegel, Diduga Dijadikan Sarana Prostitusi

Ghufron mengatakan tanpa ada dukungan dari pengelola apartemen, serangkaian kegiatan operasi yang dilakukannya secara rutin tidak akan berjalan dengan optimal.

Sehingga peran aktif dari seluruh masyarakat diharapkan dapat terus berkesinambungan.

"Kami berharap dukungan dan peran serta masyarakat mau pun pengelola apartemen yang ada di Kota Tangerang untuk memberikan informasi jika di sekitar ditemukan indikasi pelanggaran peraturan daerah," ungkapnya. (dik)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved