Breaking News:

Salat Tarawih

Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi Minta Pengurus Masjid Atur Jarak, Jika Penuh Salat di Rumah

Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi memperbolehkan pelaksanaan salat tarawih digelar di masjid.

Wartakotalive/Muhammad Azzam
Wakil Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Kombes Hendra Gunawan mengungkapkan kapasitas masjid dalam pelaksanaan salat tarawih dibatasi 50 persen. Karena itu, bagi yang tak kedapatan tempat diminta salat di rumah masing-masing. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi memperbolehkan pelaksanaan salat tarawih digelar di masjid.

Akan tetapi dalam pelaksanaannya, wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Wakil Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Kombes Hendra Gunawan mengungkapkan kapasitas masjid dalam pelaksanaan salat tarawih dibatasi 50 persen.

Sebab, setiap masjid atau tempat ibadah yang menggelar salat tarawih wajib mengatur jarak antar shaf. Jarak shaf diatur minimal satu hingga dua meter.

"Makanya sejak beberapa hari lalu, kami mengecek seluruh masjid memastikan pengaturan jarak itu. Kami juga pasangkan stiker jarak antar jamaah saat salat," kata Hendra, kepada awak media di Cikarang, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Masjid Agung Al Barkah Kota Bekasi Hanya Tampung 1.000 Jemaah Saat Salat Tarawih

Baca juga: Kapasitas Jemaah Dibatasi, Pengurus Masjid Agung Al Barkah Siapkan Area Parkir untuk Salat Tarawih

Hendra menuturkan, jika pada pelaksanaannya jumlah jamaah yang datang membludak.

Dia meminta untuk tidak memaksakan sehingga melanggar aturan jaga jarak tersebut.

Diharapkan, jamaah yang tidak kedapatan tempat agar dapat melaksanakan salat tarawih di rumah masing-masing.

"Kalau memang misalnya tidak bisa, harus legawo, salat tarawih itu kan bisa dilaksanakan di rumah. Begitu juga salat jumat apabila tidak memadai tidak harus di masjid, bisa salat zuhur di rumah. Tentu ini dalam kondisi kedaruratan, keselamata masyarakat lebih utama," ungkap Hendra.

Dijelaskan, para pengurus masjid harus lebih ketat lagi dalam mengawasi penerapan protokol kesehatan.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved