Relaksasi PPnBM

Penjualan Mobil Toyota Innova dan Fortuner Meningkat Hingga 100 Persen Akibat Relaksasi PPnBM

Penjualan mobil Toyota Fortuner dan Innova meningkat karena masuk ke dalam kriteria penerima relaksasi PPnBM untuk mobil 2.500cc.

Editor: Valentino Verry
Toyota vietnam
Penjualan mobil Toyota Innova dan Fortuner meningkat sejak diterapkan relaksasi PPnBM, yang berdampak pada penurunan harga. Kebijakan tersebut diyakini mampu menyelamatkan industri otomotif yang sempat tertekan akibat pandemi virus corona. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penjualan mobil Toyota Fortuner dan Innova meningkat karena masuk ke dalam kriteria penerima relaksasi PPnBM untuk mobil 2.500 cc. 

Marketing Director Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy, mengatakan ada kenaikan SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) untuk kedua model tersebut.

"Untuk 11 hari pertama semenjak diumumkan relaksasi untuk mobil 2.500 cc atau tepatnya mulai 1 April 2021, total SPK Fortuner mencapai 1.557 unit, naik 81 persen," tutur Anton, Senin (12/4/2021).

Untuk Fortuner 4x2 pada 1-11 Maret lalu terjual 826 persen, namun saat menerima relaksasi PPnBM SPK mobil ini mengalami kenaikan 82 persen, dengan volume 1.501 unit pada periode yang sama dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca juga: Agus Gumiwang Tantang APM Meningkatkan Kandungan Lokal jika Ingin Mendapat Relaksasi PPnBM

Baca juga: Daftar Harga Toyota Kijang Innova dan Fortuner Usai Kena Insentif PPnBM di Auto2000

Sementara untuk Fortuner 4x4 pada 1-11 April telah mengantongi SPK sebanyak 56 persen, naik 70 persen dibanding Maret yang hanya 33 unit.

"Kijang Innova sendiri 1-11 Maret terjual 1.477 unit, tapi saat mendapat relaksasi kenaikan SPK-nya hampir 100 persen. SPK Innova 1-11 April sebanyak 2.845 unit, naik sekitar 99 persen," jelas Anton.

Sebelumnya, PT Honda Prospect Motor (HPM) sebagai agen pemegang merek kendaraan Honda di Indonesia, menyebut ada kenaikan penjualan sebesar 365 persen pada Maret dibanding Februari untuk mobil di bawah 1.500 cc yang kena relaksasi PPnBM.

"Total penjualan retail market setelah ada relaksasi PPnBM mencapai 6,430 unit, naik 365 persen dibandingkan Februari," tutur Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy.

Secara model, Honda HR-V menjadi mobil dengan kenaikan penjualan tertinggi, sebanyak 425 persen dengan volume 2,918 unit dibandingkan Februari.

Diikuti Honda Mobilio yang berhasil terjual 1,078 persen atau naik 372 persen dibanding Februari 2021.

Penjualan Brio RS naik 309 persen dengan jumlah unit mencapai 2,148 persen, serta BrV yang berhasil terjual 286 unit atau naik 318 persen, dibandingkan Februari.

Sementara untuk mobil bermesin di atas 1.500 cc yang masuk ke dalam perluasan relaksasi PPnBM 2.500 cc, Honda masih melakukan monitoring data penjualannya.

Baca juga: APM Mobil Mitsubishi Kecewa Pajero Sport tak Masuk Relaksasi PPnBM, Pengamat Otomotif: Wajar

Baca juga: Relaksasi PPnBM Mobil 1.500 CC Dongkrak Penjualan Mitsubishi Naik Dua Kali Lipat

"Tambahan bulan ini ada yang di bawah 1.500 cc yaitu CRV 1.5 Turbo dan City Hatchback RS, serta yang di bawah 2500 cc ada HRV 1.8 dan CRV 2.0 data sedang kami monitor dulu," terang Billy.

Untuk daerah dengan jumlah penjualan tertinggi, Billy mengungkap masih didominasi Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved