Breaking News:

Aturan Ramadan

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Perbolehkan Pasien OTG dan Nakes tak Berpuasa saat Ramadan

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan bahwa puasa di bulan ramadan diwajibkan bagi orang yang dalam kondisi sehat.

Warta Kota/Desy Selviany
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan bahwa puasa ramadan diwajibkan bagi orang yang dalam kondisi sehat, sementara bagi orang kondisi yang tidak sehat seperti pasien OTG diperbolehkan untuk tidak berpuasa. 

"Namun, jika di wilayah tersebut ada kasus positif Covid-19, kajian atau pengajian sebaiknya dilakukan secara daring atau membagikan materi ke jamaah di rumah," ucapnya.

Baca juga: Ucapan Selamat Berpuasa Ramadhan 2021 dan Minta Maaf untuk Kekasih, Orangtua, Keluarga, Teman

Baca juga: Anya Geraldine Khawatir Jalani Puasa Ramadan dan Syuting Sinetron saat Pandemi Virus Corona

Haedar pun tidak menganjurkan adanya kegiatan di masjid seperti buka puasa, sahur, dan itikaf selama pelaksanaan ramadan.

Hal ini disampaikan melalui surat edaran nomor 03/EDR/I.0/E/2021 Tentang Tuntunan Ibadah Ramadhan 1442 H. Langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19 di dalam masjid.

"Tidak dianjurkan melakukan kegiatan yang berpotensi menularkan Covid-19 seperti buka dan sahur bersama, tadarus berjamaah, itikaf dan kegiatan lainnya," kata Haedar.

Bagi masyarakat yang di sekitar tempat tinggalnya ada penularan Covid-19, salat berjamaah, baik salat fardu termasuk salat Jumat, maupun qiyam Ramadan atau tarawih dilakukan di rumah masing-masing untuk menghindari penularan virus corona. 

Sedangkan bagi masyarakat di sekitar tempat tinggalnya tidak ada penularan Covid-19, salat berjamaah, baik salat fardu termasuk salat jumat dan qiyam Ramadan atau tarawih bisa dilaksanakan di masjid, mushola, langgar atau tempat lainnya dengan memperhatikan protokol kesehatan. 

Baca juga: Reza Rahadian Selalu Rindukan Rutinitas Ini Tiap Ramadan, Tetap Kerja di Lokasi Syuting Sambil Puasa

Baca juga: Berikut Ini Kumpulan Resep dan Cara Membuat Kolak yang Cocok Menjadi Menu Berbuka Puasa Ramadan 2021

Kajian atau pengajian yang beriringan dengan kegiatan salat berjamaah dapat dilakukan dengan mengurangi durasi waktu agar tidak terlalu panjang dan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

"Namun, jika di wilayah tersebut ada kasus positif Covid-19, kajian atau pengajian sebaiknya dilakukan secara daring atau membagikan materi ke jamaah di rumah," katanya.

Haedar juga menyampaikan kegiatan syiar anak-anak seperti tarawih berjamaah, takjilan maupun takbiran keliling tidak dianjurkan. Pengajian atau syiar lain seperti lomba keagamaan dilakukan secara daring.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved