Breaking News:

Aturan Ramadan

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Perbolehkan Pasien OTG dan Nakes tak Berpuasa saat Ramadan

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan bahwa puasa di bulan ramadan diwajibkan bagi orang yang dalam kondisi sehat.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Desy Selviany
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan bahwa puasa ramadan diwajibkan bagi orang yang dalam kondisi sehat, sementara bagi orang kondisi yang tidak sehat seperti pasien OTG diperbolehkan untuk tidak berpuasa. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan bahwa puasa di bulan ramadan diwajibkan bagi orang yang dalam kondisi sehat.

Sementara bagi orang kondisi yang tidak sehat seperti pasien OTG diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

"Puasa Ramadan wajib dilakukan kecuali bagi orang yang sakit dan kondisi kekebalan tubuhnya tidak baik," kata Haedar, Senin (12/4/2021)

Diberikan kelonggaran untuk tidak berpuasa bagi yang sakit agar tetap menjaga kondisi kekebalan tubuh mereka agar menjaga tidak terpapar Covid-19.

Begitupun dengan para tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di rumah sakit selama pandemi.

Baca juga: 6 Cara Menjaga Imun Tubuh saat Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

Baca juga: JIC Gelar Rukyat Hilal 1 Ramadhan 1442 H di Pulau Karya, Diperkirakan Besok Puasa

"Tenaga kesehatan dapat meninggalkan puasa Ramadan dengan ketentuan menggantinya setelah Ramadan begitupun yang sakit," katanya.

Selain itu, vaksinasi Covid-19 boleh dilakukan saat berpuasa dan tidak membatalkan puasa, karena diberikan tidak melalui mulut atau rongga tubuh lainnya seperti hidung, serta tidak memuaskan keinginan dan bukan merupakan zat makanan yang mengenyangkan. 

Bagi masyarakat yang di sekitar tempat tinggalnya ada penularan Covid-19, salat berjamaah, baik salat fardu termasuk salat Jumat, maupun qiyam Ramadan atau tarawih dilakukan di rumah masing-masing untuk menghindari penularan virus corona. 

Sedangkan bagi masyarakat di sekitar tempat tinggalnya tidak ada penularan Covid-19, salat berjamaah, baik salat fardu termasuk salat jumat dan qiyam Ramadan atau tarawih bisa dilaksanakan di masjid, mushola, langgar atau tempat lainnya dengan memperhatikan protokol kesehatan. 

Kajian atau pengajian yang beriringan dengan kegiatan salat berjamaah dapat dilakukan dengan mengurangi durasi waktu agar tidak terlalu panjang dan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved