Breaking News:

Berita Regional

Tutup Akses Jalan, Ribuan Warga Rantau Pandan Gelar Aksi Menolak Aktivitas Pertambangan

Warga Rantau Pandan yang berunjukrasa sempat ditahan oleh pihak keamanan agar tidak melakukan aktifitas tersebut dan menempuh jalur mediasi.

Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Ribuan warga Rantau Pandan menggelar aksi demo menolak keberadaan perusahaan tambang, Sabtu (10/4/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAMBI--Setelah sempat menutup akses jalan, kini ribuan warga Rantau Pandan, Jambi kembali melakukan aksi memprotes beroperasinya perusahaan tambang di wilayah mereka.

Dalam keterangan pers yang diterima, aksi penutupan jalan mulut tambang dilakukan massa, tepatnya di RT 19, Desa Sungai Pandan.

Sekira pukul 11.30 WIB, massa sempat ditahan oleh pihak keamanan agar tidak melakukan aktifitas tersebut dan menempuh jalur mediasi.

Namun, warga tetap ingin melakukan apa yang sudah disepakati bersama untuk menutup jalur di mulut tambang.

Baca juga: Bentangkan Poster Jokowi, Ratusan Warga Rantau Pandan Blokir Akses Jalan Menuju Area Pertambangan

Baca juga: Bentrok Warga dengan Pekerja Pertambangan Berujung Pelaporan ke Polisi, Kapolda Turun Tangan

Aparat kepolisian pun tidak kuasa melarang dan warga pun berhasil menutupi jalan mulut tambang PT. KBPC dengan kawat berduri dan sepanduk yang sengaja dicetak sebagai alat peraga demo.

Dalam aksinya, warga menyebut, perusahaan tambang tersebut sudah meyerobot lahan dengan cara menggandakan sertifikat tanah milik warga.

Selain itu, warga menambahkan, perusahaan yang disebut dipimpin oleh pengusaha bernama Syamsudin tidak ada manfaatnya kepada masyarakat sekitar, apalagi mobil mobil yang besar besar melintas.

Warga juga menambahkan, izin perusahaan tersebut juga dipertanyakan.

Baca juga: Sikapi Banyaknya Konflik Agraria, Moeldoko Bentuk Lembaga Bantuan Hukum HKTI

Ribuan warga Rantau Pandan menggelar aksi demo menolak keberadaan perusahaan tambang, Sabtu (10/4/2021)
Ribuan warga Rantau Pandan menggelar aksi demo menolak keberadaan perusahaan tambang, Sabtu (10/4/2021) (Istimewa)

“Perusahaan ini tidak jelas. Tidak ada izin tambang, ilegal,” kata Husaini tokoh masyarakat Dusun Rantau Pandan.

Maka dari itu, warga meminta kepada pihak pemda, aparat TNI Polri berani tegas menindaklanjuti dugaan illegal mining dan perampasan hak warga.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved