Breaking News:

Pengelolaan TMII

Tanribali Lamo Sebut BPK Selalu Mengaudit Keuangan TMII, meski tak Gunakan APBN

Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Tanribali Lamo mengatakan TMII tidak pernah menerima APBN dan APBD.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Joko Suprianto
Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Tanribali Lamo, menggelar jumpa pers terkait pengelolaan TMII, Minggu (11/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Tanribali Lamo, mengatakan jika tempat wisata itu tidak pernah menerima dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Meski tidak menerima anggaran negara, keuangan TMII tetap diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena TMII TMII masuk Dalam bagian Sekretariat Negara setiap tahunnya.

"Kami selalu diperiksa oleh BPK setiap tahun dan pemeriksaan itu dilakukan setiap semester I dan II," kata Tanribali, Minggu (11/4/2021).

Dikatakan Tanribali, bahwa selama 2018 hingga 2020 sesuai dengan data Direksi yang diangkat pada 1 Februari 2018. Berdasarkan kesimpulan pemeriksaan BPK

pantauan kerugian negara dari sementara I dan II 2018 tidak terdapat kasus kerugian negara.

Baca juga: VIDEO Sejumlah Museum di TMII Terbengkalai, Banyak Ditumbuhi Ilalang

Baca juga: VIDEO Plang Kemensetneg Dipasang, Pengelola TMII Mengaku Tak Terlibat Tim Transisi

"Kalo kita simak ini tidak ada lagi sebenarnya yang tidak pernah di setorkan oleh TMII sepanjang itu menjadi kewajiban oleh TMII. Karena apa karena kita diperiksa oleh BPK, sehingga apalagi tidak melaksanakan setoran atau bagi hasil kita akan ditegur BPK," kata Tanribali.

Ia mencontohkan pada 2020, di mana dalam kesimpulan BPK menyampaikan bahwa TMII hingga semester I dan II tahun 2020 tidak ditemukan adanya kerugian negara yang ditetapkan. Sehingga tidak ada kasus kerugian negara yang ditindak lanjuti.

"Jadi hasil pemeriksaan ini sampai sementara I dan II tahun 2020 tidak ada kerugian negara dan tidak ada kewajiban lain kepada negara," ujarnya.

Terkait pajak, Tanribali menyebut TMII ini salah satu pembayar pajak terbesar di Jakarta Timur.

Contohnya pajak tontonan pada tahun 2018 TMII membayar pajak Rp. 9,4 miliar, di tahun 2019 TMII membayar pajak Rp. 9,7 miliar dan tahun 2020 membayar pajak Rp 2,6 miliar setahun.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved