Breaking News:

Virus Corona

Sri Mulyani Sebut Indonesia masuk 10 Besar Negara yang Vaksinasi Covid-19 Terbanyak Di Dunia.

Vaksinasi Covid-19 yang terus dilakukan pemerintah Republik Indonesia ternyata mencatatkan bahwa negara kita termasuk 10 besar negara di dunia

Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kiri) saat menjadi pembicara dalam sarasehan akselerasi pemulihan ekonomi nasional temu stakeholders di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (9/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa Indonesia menjadi 10 besar negara yang melakukan vaksinasi Covid 19 terbanyak di dunia.

“Sampai hari ini, kita sudah memvaksinasi lebih dari 12 bahkan mungkin 13 juta hari ini. Indonesia termasuk the top 10 countries yang sudah vaksin sangat banyak,” ujar Menkeu dalam Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional, di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (9/4/2021).

Dikutip dari publikasi Kementerian Keuangan, vaksinasi menjadi salah satu game changer dalam memulihkan ekonomi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kiri), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kiri), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kanan) dan Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto (kanan) menjadi pembicara dalam sarasehan akselerasi pemulihan ekonomi nasional temu stakeholders di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (9/4/2021).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kiri), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kiri), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kanan) dan Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto (kanan) menjadi pembicara dalam sarasehan akselerasi pemulihan ekonomi nasional temu stakeholders di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (9/4/2021). (Antara/Nyoman Hendra Wibowo)

Dengan adanya vaksinasi, masyarakat akan memiliki confidence untuk melakukan mobilitas sehingga dapat mendorong sisi konsumsi.

“Keinginan untuk belanja itu sangat berkaitan erat dengan mobilitas, mobilitas sangat berkaitan erat dengan Covid. Vaksin menjadi hal pertama untuk mengendalikan Covid,” ujar Menkeu.

Di sisi lain, pemerintah juga akan terus memperkuat agenda reformasi struktural melalui penerapan UU Cipta Kerja untuk mendorong investasi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Baca juga: Sri Mulyani Pede Akselerasi Ekonomi Terjadi di 2021, Begini Jurus-jurus yang Akan Dilakukan

Baca juga: Sri Mulyani Ternyata Punya Cara Jitu Atasi Perubahan Iklim, Begini Strateginya

“UU Cipta Kerja tujuannya adalah supaya usaha kecil mudah memulai bisnisnya meskipun dalam suasana yang sangat-sangat berat. Di saat Covid akan muncul ide-ide baru, inovasi baru.

Untuk itu, UMKM mendapatkan dukungan dari berbagai lini, baik itu kredit aksesnya, suku bunganya, penjaminannya sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang,” kata Menkeu.

Sarasehan tersebut merupakan kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Kementerian Keuangan dan Komisi XI DPR RI untuk menggelar pertemuan dengan pemerintah daerah dan pihak stakeholder terkait secara daring maupun luring guna mendorong pemulihan ekonomi akibat terdampak COVID-19, sebelumnya kegiatan itu juga digelar di Semarang, Jawa Tengah dan Surabaya, Jawa Timur.
Sarasehan tersebut merupakan kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Kementerian Keuangan dan Komisi XI DPR RI untuk menggelar pertemuan dengan pemerintah daerah dan pihak stakeholder terkait secara daring maupun luring guna mendorong pemulihan ekonomi akibat terdampak COVID-19, sebelumnya kegiatan itu juga digelar di Semarang, Jawa Tengah dan Surabaya, Jawa Timur. (Antara/Nyoman Hendra Wibowo)

Sesuai instruksi Presiden, semua kementerian dan lembaga diharapkan dapat menerjemahkan UU Cipta Kerja dalam bentuk aksi sehingga bisa dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Menanggapi instruksi tersebut, Kementerian Keuangan akan terus mendukung melalui berbagai instrumen fiskal, termasuk pembentukan Lembaga Pengelola Investasi atau SWF.

“Ini yang akan menjadi salah satu instrumen pembangunan yang tidak mengandalkan kepada leverage atau pinjaman tapi lebih kepada ekuitas dan partnership di bidang pembiayaan,” ujar Menkeu.

Baca juga: Forum G20, Menkeu Sri Mulyani Sentil Soal Akses Dapatkan Vaksin Covid19 Harus Merata ke Semua Negara

Baca juga: Sri Mulyani: 70 Persen Rakyat Indonesia Diprediksi Bergaji Rp 28 Juta per Bulan pada 2045

Sinergi dan koordinasi akan terus dilakukan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan untuk memastikan kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, serta reformasi struktural berjalan efektif dan implementatif untuk memacu akselerasi pemulihan ekonomi.

“Dengan kerja sama yang luar biasa erat dari sektor yang membuat kebijakan dan regulasi, kita terus akan melakukan kalibrasi,” kata Menkeu.

Dari kiri ke kanan, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto menjadi pembicara dalam sarasehan akselerasi pemulihan ekonomi nasional temu stakeholders di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (9/4/2021).
Dari kiri ke kanan, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto menjadi pembicara dalam sarasehan akselerasi pemulihan ekonomi nasional temu stakeholders di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (9/4/2021). (Antara/Nyoman Hendra Wibowo)

Sebagai penutup, Menkeu yakin dengan adanya kombinasi antara vaksinasi dan disiplin kesehatan, perekonomian Indonesia akan segera pulih.

“Kalau orang mengatakan, there’s a light in the end of the tunnel. Kita sudah lihat cahayanya dan menyongsong itu supaya kita betul-betul meminimalkan dampak negatif dari Covid dan memaksimalkan kesempatan pulih kembali,” ujar Menkeu.

Editor: Alex Suban
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved