Breaking News:

Berita Ekonomi

LPS: Nilai Jaminan Simpanan di Indonesia Lebih Tinggi dari Standar Dunia

Berdasarkan regulasi LPS, nilai simpanan yang dijamin LPS adalah Rp 2 miliar per nasabah, atau setara 35,1 kali PDB per kapita nasional di tahun 2020

Tribunnews.com
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) 

WARTAKOTALIVE.COM, BALI - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, nilai jaminan simpanan di Indonesia lebih tinggi dari standar dunia. 

Berdasarkan regulasi LPS, nilai simpanan yang dijamin LPS adalah Rp 2 miliar per nasabah, atau setara dengan 35,1 kali PDB per kapita nasional di tahun 2020. 

“Pernah ada yang bertanya kenapa tidak dinaikkan hingga Rp 5 miliar atau lebih tinggi lagi, kami dalam melakukan kebijakan ini selalu berpegang pada regulasi dan standar dunia yang rata-rata 7 kali PDB per kapita. Jadi, LPS itu sejatinya sudah jauh di atas standar lembaga penjamin simpanan yang ada di dunia,” ujarnya di acara Sarasehan Temu Stakeholder Program Pemulihan Ekonomi Nasional di Bali, belum lama ini 

Baca juga: Sri Mulyani Pede Akselerasi Ekonomi Terjadi di 2021, Begini Jurus-jurus yang Akan Dilakukan

Baca juga: Shopee Tebar Promo Spesial dan Hadirkan Layanan ZIS di Big Ramadan Sale, Ada Hadiah Rp10 Miliar

Purbaya menjelaskan, hingga saat ini, nominal simpanan yang dijamin mencapai 51,34 persen dari total simpanan. 

Sedangkan cakupan rekening dengan saldo mencapai Rp 2 miliar mencapai 99,91 persen dari total rekening, atau setara dengan 351.269.722 rekening, rekening tersebut dilindungi dan dijamin 100 persen oleh LPS.  

“Artinya masyarakat tidak perlu khawatir tentang keamanan dananya di perbankan,” katanya. 

Pada kesempatan tersebut, dia juga memaparkan mengenai perkembangan positif perekonomian nasional dalam beberapa bulan terakhir. 

Baca juga: Polemik Pergantian Nama Jalan Tol Japek menjadi Jalan Layang MBZ, Jasa Marga Mengaku Disuruh Istana

Baca juga: Beda dengan Saham, Main Forex Dinilai Lebih Berisiko, Begini Penjelasannya

Menurutnya, dari monitoring yang dilakukan oleh LPS, terpantau adanya pertumbuhan jenis simpanan berbentuk giro yang cukup signifikan. 

"Simpanan dalam bentuk deposito tumbuh yang relatif lambat, dalam beberapa bulan terakhir ternyata pertumbuhan deposito tumbuhnya semakin lambat. Sementara, pertumbuhan giro tumbuhnya cukup tinggi," pungkas Purbaya.

Yanuar Riezqi Yovanda

Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved