Berita Depok

Dinilai Hanya Gimik, Anggota DPRD Kota Depok Ini Minta Larangan Bukber Dikaji Ulang

Dinilai hanya gimik, anggota DPRD Kota Depok ini minta larangan bukber dikaji ulang.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Dinilai hanya gimik, anggota DPRD Kota Depok ini minta larangan bukber dikaji ulang. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Dinilai hanya gimik, anggota DPRD Kota Depok Ini minta larangan bukber dikaji ulang.

Anggota DPRD Kota Depok Babai Suhaimi meminta Pemerintah  Kota Depok untuk mengkaji ulang kebijakan pelarangan buka bersama  atau Bukber serta tarawih keli ling (tarling). 

Pasalnya, Babai menilai kebijakan tersebut tidak tepat lantaran menurutnya warga Dpeok sudah cerdas  dan paham dengan protokol kese hatan (Prokes) Covid-19. 

Babai mengatakan, dengan pelar angan bukber tersebut dapat me matikan ekonomi masyarakat  yang saat ini terlihat mulai t umbuh seiring pelonggaran seju mlah kebijakan terkait Covid- 19. 

"Kebijakan ini perlu dikaji ul ang. Dengan adanya bukber usah a kuliner banyak mendapatkan  order atau pesanan. Kalau dilarang, sudah kondisi  seperti ini pastinya akan menyusahkan. Padahal, kalau dilaku kan berdasarkan Prokes kan tidak ada masalah," paparnya saat  dikonfirmasi wartawan, Minggu  (11/4/2021). 

Baca juga: Imam Budi Hartono Sebut Underpas Dewi Sartika Depok Dipastikan Berjalan Walau Covid-19 Belum Usai

Pihak DPRD Kota Depok pun dikatakan Babai tidak dilibatkan sama sekali oleh Pemkot  Depok dalam mengeluarkan kebijakan tersebut. 

Selain bukber, Babai juga menyoroti pelarangan Tarling yang dilakukan lembaga pemerin tahan atau lainnya. 

Sebab, di masa pandemi Covid-19 ini, Babai melihat kebutuhan masyarakat akan kehadiran pemerintah.

Baca juga: dr Farabi A Rafiq Jadi Wali Kota Depok 2024, Targetkan Satu Kursi di Setiap Kecamatan di Depok

Terlebih, kata Babai, pemerintah juga telah melarang beroperasinya moda transportasi pada saat mudik lebaran 

"Pelarangan Bukber dan Tarling ini kebijakan kurang tepat perlu dikaji ulang," cetusnya. 

Sebagai kota yang terkenal den gan banyaknya sentra kuliner, Babai mengaku bulan puasa biasanya menambah pundi-pundi  rupiah bagi para pelaku usaha  seiring meningkatnya permintaan masyarakat. 

Baca juga: Waspadai Penimbunan Sembako Jelang Ramadan, Wakil Wali Kota Depok Minta Warga Laporkan Kejadian

Belum lagi, tarling dilarang  juga akan memberikan dampak  pada para penceramah di bulan puasa .  

"Para penceramah itu kan tidak  mendapat perhatian dari Pemerintah. Padahal, dengan dibolehkannya tarling tentunya akan memberikan dampak positif. Orang akan bahagia menyambut p uasa dan lebaran,”  

“Padahal, dengan bukber bagian dari membangkitkan ekonomi karena banyaknya kuliner. Dengan  pelarangan ini, bisa memberikan dampak di masyarakat.  Saya rasa pelarangan ini cuma gimik  saja," tandasnya.

Caption: istimewa

Anggota DPRD Kota Depok Babai Suhaimi saat menghadiri Majlis Taklim Attaubah di Kalimulya, Depok, Jawa Barat, Sabtu (10/4/2021).

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved