Breaking News:

Banjir Bandang di NTT

Caritas Indonesia Terus Salurkan Bantuan Gereja Katolik Bagi Korban Bencana Alam di NTT

Gereja Katolik Indonesia tidak tinggal diam dalam kedaruratan yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur dampak dari siklon tropis Seroja.

Istimewa
Kondisi pasca banjir bandang di NTT, BNPB rilis sebanyak 41 orang meninggal dunia, namun diprediksi lebih karena sejumlah warga masih dalam pencarian. 

Caritas Indonesia (Yayasan KARINA – KWI) secara hukum didirikan pada tanggal 17 Mei 2006 dan merupakan lembaga kemanusiaan resmi milik KWI (Konferensi Waligereja Indonesia).

Lembaga ini menerima mandat sebagai pusat koordinasi, fasilitasi dan animasi Gereja Katolik di Indonesia dalam menjalankan misi kemanusiaan, terlebih untuk membantu para korban bencana alam maupun bencana yang disebabkan oleh tindakan manusia.

Kondisi banjir bandang di kecamatan Adonara Timur dan Ile Boleng Flores Timur. Banyak rumah roboh termasuk mobil tanki terguling.
Kondisi banjir bandang di kecamatan Adonara Timur dan Ile Boleng Flores Timur. Banyak rumah roboh termasuk mobil tanki terguling. (Syafika Lamawuran untuk Pos Kupang)

Wilayah pelayanan Caritas Indonesia berada di seluruh 37 Keuskupan di Indonesia.

Caritas Indonesia mengembangkan kerjasama lintas komisi di KWI dan lembaga Gerejawi lainnya dalam isu-isu pelanggaran hak asasi manusia, konflik dan kekerasan sosial, dialog antar-agama dalam aksi kemanusiaan, ketidakadilan gender dan berbagai tindak ketidakadilan sosial.

Selain itu, Caritas Indonesia juga berperan dalam terbentuknya Keluarga Humanitarian Forum Indonesia (HFI) yang merupakan wadah lembaga kemanusiaan berbasis agama, menjalin relasi dan kerjasama dengan BNPB serta lembaga Pemerintah maupun non-Pemerintah lainnya.

Pelayanan ini untuk mewujudkan kasih Gereja Katolik yang universal.

Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved