Breaking News:

Kriminalitas

Berawal dari Surat Penghentian Penyelidikan, Arwan Koty Mengaku Dikiriminalisasi PT Indotruck Utama

Bermodalkan Surat Penghentian Penyelidikan, Arwan Koty Mengaku Dikiriminalisasi Presiden Direktur PT Indotruck Utama. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Sidang kasus dugaan tindak pidana membuat laporan palsu dengan terdakwa Arwan Koty, seorang konsumen PT Indotruck Utama di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Kamis (1/4/2021). Arwan Koty Digugat Direktur Utama PT Indotruck Utama, Bambang Prijono Susanto Putro atas dugaan tindak pidana membuat laporan palsu terkait pembelian satu unit ekskavator pada tahun 2017 silam. 

Sebab, lanjutnya, Arwan Koty selaku konsumen telah menunaikan kewajiban dengan membayar lunas pembelian ekskavator kepada PT Indotruck Utama

Namun, kliennya sebagai pihak pembeli katanya justru dizalimi dan dikriminalisasi pihak PT Indotruck Utama

"Sangat terlihat jelas hukum tumpul ke atas tajam ke bawah, pencari keadilan seperti Arwan Koty harus mengadu ke mana lagi jika majelis hakim selalu berpihak kepada penguasa atau orang kuat," kata Aris. 

Baca juga: Salat Isya Berjamaah di Lantai Delapan Hotel Marbella Anyer, Sandiaga Uno Mengaku Merinding

Aristoteles menambahkan, sejumlah pihak dalam perkara tersebut belum diperiksa dan didengar keterangannya dalam persidangan. 

Khususnya Bambang Prijono Susanto Putro selaku pelapor.

Selain itu, saksi fakta yang membuat laporan gugatan, antara lain Asun, M Sofiaansyah, Anthony Wijaya, Henry Joedo Manurung.

"Saya meyakini bahwa perkara pidana ini pihak pelapor memiliki motivasi lain untuk menghilangkan tanggung jawabnya sebagai penjual Excavator. Penjual tidak mau menyerahkan alat berat yang dibeli Arwan Koty, sehingga mengkriminalisasi Arwan Koty dengan berbagai macam cara," ungkap Aristoteles. 

"Walau demikian, kebenaran akan terungkap," tegasnya. 

Terkait dugaan tersebut, pihak PT Indotruck Utama belum dapat dikonfirmasi hingga Minggu (11/4/2021).

Baca juga: Tak Sesuai Peruntukan hingga Cemari Lingkungan, 4 Batching Plant di Jakarta Selatan Bakal Dibongkar

Kronologis 

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved