Breaking News:

Tenaga Kerja

Supaya Mampu Bersaing, LSP Hatsindo Targetkan 6 Juta Tenaga Kerja Konstruksi Punya Sertifikat

Untuk bisa bersaing secara internasional, tenaga kerja teknik konstruksi Indonesia perlu memiliki sertifikat.

istimewa
Untuk bisa bersaing secara internasional, tenaga kerja teknik konstruksi Indonesia perlu memiliki sertifikat. Di 2021 ini pemerintah menargetkan 6 juta tenaga kerja konstruksi tersertifikat. LSP Hatsindo memberikan pelayanan dalam hal pengurusan sertifikasi tenaga kerja di sektor jasa konstruksi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Untuk bisa bersaing secara internasional, tenaga kerja teknik konstruksi Indonesia perlu memiliki sertifikat.

Pemerintah menargetkan 6 juta tenaga kerja konstruksi tersertifikat.

Sayangnya, sampai sekarang ini jumlah tersebut belum tercapai di Indonesia.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Tinjau Sejumlah Obyek Wisata di Danau Toba yang Mampu Serap Tenaga Kerja

Baca juga: Apindo Klaim Kualitas Investasi Indonesia Membaik, Serapan Tenaga Kerja Juga Naik

"Sampai saat ini, satu juta tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat belum tercapai. Karena itu LSP Hatsindo hadir," kata Ferdaus Ardyansyah Purnomo, Sabtu (10/4/2021).

Ferdaus Ardyansyah Purnomo adalah anggota pengarah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Himpunan Ahli Teknik Konstruksi Indonesia (Hatsindo).

Padahal, lanjut dia, jumlah tenaga kerja konstruksi di Indonesia sangat besar.

Untuk bisa bersaing secara internasional, tenaga kerja teknik konstruksi Indonesia perlu memiliki sertifikat. Di 2021 ini pemerintah menargetkan 6 juta tenaga kerja konstruksi tersertifikat. LSP Hatsindo memberikan pelayanan dalam hal pengurusan sertifikasi tenaga kerja di sektor jasa konstruksi.
Untuk bisa bersaing secara internasional, tenaga kerja teknik konstruksi Indonesia perlu memiliki sertifikat. Di 2021 ini pemerintah menargetkan 6 juta tenaga kerja konstruksi tersertifikat. LSP Hatsindo memberikan pelayanan dalam hal pengurusan sertifikasi tenaga kerja di sektor jasa konstruksi. (istimewa)

"Dengan kata lain dapat dikatakan, masih banyak tenaga kerja konstruksi yang tidak memiliki sertifikat," kata Ferdaus Ardyansyah Purnomo.

Sertifikat itu penting, katanya, karena menjadi acuan standar pekerja yang bersangkutan bisa mempertanggungjawabkan pekerjaannya secara profesional maupun moral.

"Kemungkinan adanya bangunan yang mudah roboh atau kualitas kerja yang buruk bisa ditekan," ucap Ferdaus Ardyansyah Purnomo.

Baca juga: 82 Persen Tenaga Kerja Kesehatan Alami Kelelahan Mental saat Tangani Pandemi Virus Corona

Baca juga: Kembangkan Program Sertifikasi Pengawas, 21 Staf OJK Dapatkan Beasiswa Pelatihan dari StuNed

Hatsindo hadir sebagai salah satu wadah organisasi yang memiliki tugas melakukan pembinaan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan dan keahlian.

Halaman
12
Penulis: Irwan Wahyu Kintoko
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved