Breaking News:

Katama Suryabumi Gandeng Penemu Cari Solusi Atasi Banjir Jakarta

Teknologi ramah banjir ini pernah diuji coba di Tb Simatupang Jakarta Selatan tepatnya dekat dengan lokasi Sekolah High Scope.

Editor: Ichwan Chasani
Kompas.com
Jalan di Jakarta digenangi air. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — PT Katama Suryabumi, perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan inovasi menggandeng penemu teknologi sistem pengendali banjir untuk mencari solusi mengatasi persoalan banjir di Jakarta.

"Kerja sama ini berangkat dari keprihatinan persoalan banjir di Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia. Sehingga perlu dicari solusi banjir yang efektif tetapi juga lebih ramah lingkungan," kata CEO PT Katama Suryabumi, Kris Suyanto dalam pernyataan resminya, Jumat (9/4/2021).

Katama Suryabumi dikenal sebagai pemilik inovasi konstruksi sarang laba-laba yang dirancang untuk bangunan-bangunan tahan gempa di Sumatera Barat, Bengkulu, dan Aceh.

Terkini, konstruksi ini dipakai untuk konstruksi Kampus Untirta di Sindangsari, Kabupaten Serang yang belum lama ini diresmikan Presiden Joko Widodo.

Prinsip dari teknologi ini, jelas Kris, dengan mengalirkan air yang di permukaan saat terjadi banjir kembali ke dalam perut bumi, sehingga bisa dipakai sebagai cadangan (deposit) air tanah.

Seperti diketahui, berbagai inovasi pengendali banjir sudah diterapkan di DKI Jakarta mulai sistem polder, embung, kolam olakan,  sumur resapan, embung, kanal, waduk, namun pada kenyataannya belum sepenuhnya efektif untuk menangani bencana tersebut.

Bagi warga yang kediamannya bertetangga dengan 13 sungai di Jakarta, banjir sudah menjadi hal biasa. Setiap kali curah  hujan tinggi warga berbondong-bondong pindah ke lokasi-lokasi  pengungsian menjadi pemandangan lazim di Ibu Kota negara ini.

Fungsi sungai seharusnya dapat mengalirkan air dari hulu ke muara dengan lancar. Namun seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan tata ruang di sepanjang sungai  membuat debit air menjadi ekstrim yakni mengering disaat kemarau dan meluap saat hujan.

Pemerintah sendiri juga tengah mempercepat pembangunan Bendungan Ciawi, Kabupaten Bogor dan Sukamahi, Kabupaten Sukabumi . Kehadiran bendungan merupakan ikhtiar untuk mengubah daya rusak air menjadi kemaslahatan umat manusia.

Tak cukup dengan itu. Di sepanjang aliran sungai juga harus tersedia infrastruktur pengendali banjir dengan sistem drainase dan polder yang mumpuni. Banyak inovasi yang dibangun agar air tak semuanya terbuang ke sungai salah satunya drainase vertikal yang digagas Pemprov DKI Jakarta.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved