Breaking News:

Bulan Suci Ramadan

Jadwal Imsak Jabodetabek Hari ke-1 Puasa Ramadan 2021, Lengkap Jadwal Salat Hingga Bacaan Niat Puasa

Jadwal Imsak dan jadwal Salat hari ke-1 Puasa Ramadan 2021 dirilis Bimas Islam Kemenag RI melalui laman resminya di bimasislam.kemenag.go.id.

Editor: Panji Baskhara
freepik.com
Jadwal Imsak dan jadwal Salat hari ke-1 Puasa Ramadan 2021 dirilis Bimas Islam Kemenag RI melalui laman resminya di bimasislam.kemenag.go.id. 

ISYA: 19:05

Kota Tangerang

IMSAK: 04:29

SUBUH: 04:39

TERBIT: 05:51

DUHA: 06:19

ZUHUR: 11:57

ASAR: 15:15

MAGRIB: 17:56

ISYA: 19:06

Kota Bekasi

IMSAK: 04:28

SUBUH: 04:38

TERBIT: 05:50

DUHA: 06:17

ZUHUR: 11:56

ASAR: 15:14

MAGRIB: 17:55

ISYA: 19:04

Bacaan Niat, Doa Sahur dan Berbuka Hingga Hal-hal yang Membatalkan Puasa

Tidak lama lagi, seluruh umat muslim menyambut Bulan Suci Ramadan 2021.

Dalam artikel ini disertakan bacaan niat puasa, bacaan doa sahur, bacaan doa berbuka puasa hingga penjelasan Soal hal-hal yang membatalkan puasa.

Sebagai informasi, hari pertama puasa Ramadan 2021 jatuh pada 13 April 2021 sesuai dengan hisab dari PBNU dan Muhammadiyah.

Sementara itu Kementerian Agama (kemenag) RI akan gelar Sidang Isbat setelah melihat hilal pada 12 April 2021, untuk memastikan dimulainya berpuasa di Bulan Suci Ramadan.

Diketahui, terdapat dua cara untuk bisa mengetahui awal bulan Ramadan, antara lain hisab dan rukyatul hilal.

Berikut ini serangkaian amalan puasa Ramadan, mulai bacaan niat puasa, doa sahur dan doa berbuka, hingga hal-hal yang membatalkan puasa.

Niat Puasa Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ الشَّهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-i fardhisy syahri romadhoona hadzihis sanati lillaahi ta’aala

Artinya: “Aku niat puasa pada hari esok untuk melaksanakan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala”

Doa sahur

بِسْمِ اللَّهِ

Bismillah

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah”

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allohumma baariklanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa ‘adzaaban naar

Artinya: “Ya Allah, berkahilah untuk kami apa yang Engkau karuniakan kepada kami dan peliharalah kami dari adzab neraka” (HR. Imam Malik dalam Al Muwatha’)

Doa buka puasa

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruq wa tsabatal ajru insyaa-allah

Artinya: “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap insya Allah”

Hal-hal yang membatalkan puasa

Berikut hal-hal yang bisa membatalkan puasa, melansir Kompas.com berjudul "9 Hal Utama Yang Membatalkan Puasa"

1. Masuknya sesuatu ke dalam lubang tubuh secara sengaja

Tak hanya mulut, memasukkan benda-benda tertentu ke dalam lubang tubuh yang berpangkal pada organ bagian dalam (jauf) secara sengaja juga dapat membatalkan puasa.

Yang dimaksud lubang yang berpangkal pada organ dalam adalah mulut, telinga, dan hidung dengan batas awal masing-masing.

Dalam mulut batas awalnya adalah tenggorokan, hidung batas awalnya adalah pangkal insang, dan telinga batasannya adalah bagian yang terlihat oleh mata.

Artinya, jika benda yang masuk ke dalam lubang tersebut belum melewati batas awalnya, maka puasa masih tetap sah.

2. Memasukkan benda ke dalam salah satu jalan

Yang dimaksud "jalan" pada konteks ini adalah kemaluan dan dubur.

Jika benda yang masuk ke dalam salah satu lubang itu maka akan membatalkan puasa, seperti memasukkan obat ambeien ke dalam dubur.

Oleh karena itu, sebaiknya melakukan hal itu setelah berbuka puasa atau saat sahur.

3. Muntah secara disengaja

Dalam hal ini, muntah secara disengaja bisa dimaknai seperti memasukkan sesuatu ke dalam tenggorokan hingga muntah.

Jika tidak disengaja, maka puasa tetap sah, seperti dalam hadis berikut:

Rasulullah bersabda:

"Barangsiapa dikalahkan oleh muntah maka tidak ada qadha' baginya. Barangsiapa muntah dengan sengaja, maka hendaknya ia meng-qadha'nya," (HR Abu Dawud, Turmudzi, Ibnu Majah, Baihaqi dan al-Hakim dari Abu Hurairah).

4. Berhubungan seks secara sengaja

Berhubungan badan pada siang hari bulan Ramadhan akan membatalkan puasa.

Selain berkewajiban mengganti puasa, ada juga denda atau kafarat yang harus dibayarkarkan.

Denda tersebut berupa memerdekakan hamba sahaya perempuan yang beriman.

Jika tak mampu, maka diperbolehkan mengganti dengan puasa selama dua bulan secara berturut-turut.

Jika masih tak mampu, maka harus memberi makan kepada 60 orang miskin, masing-masing sebanyak satu mud atau sekitar sepertiga liter.

5. Keluar mani

Dalam konteks ini, keluar mani yang dimaksud adalah akibat dari persentuhan kulit, misal bersentuhan dengan lawan jenis dan onani.

Namun, apabila keluar mani karena ihtilam atau mimpi basah, maka status puasanya tetap sah.

6. Haid atau menstruasi

Haid atau menstruasi merupakan darah yang keluar akibat kerja hormonal dalam tubuh wanita.

Jika seorang telah menjalani puasa selama dan keluar darah haid, maka puasanya tidak sah.

7. Nifas

Nifas adalah darah yang keluar setelah proses melahirkan. Umumnya, darah nifas keluar selama 40 hari setelah melahirkan.

8. Gila (junun)

Jika kondisi itu terjadi ketika sedang menjalani puasa, maka puasa dinyatakan tidak sah atau batal.

9. Murtad

Murtad adalah keluar dari Islam.

Apabila seseorang murtad ketika menjalani puasa, maka puasanya secara otomatis batal.

(Wartakotalive.com/CC/Surya.co.id)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved