Ramadan

Anies Baswedan Ingin Masjid di DKI Jakarta Hanya Menerima Jemaah Terdekat saat Ramadan

Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan menyarankan agar masjid yang ada di ibu kota hanya melayani jemaah di sekitar tempat ibadah itu saat ramadan.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Joko Suprianto
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta pengurus masjid agar selektif melayani jemaah yang hendak salat saat ramadan. Anies ingin masjid hanya melayani jemaah terdekat dari lokasi tempat ibadah itu. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan menyarankan agar masjid yang ada di ibu kota hanya melayani jemaah di sekitar wilayah tempat ibadah itu saat ramadan mendatang.

Hal ini bertujuan ketika ada kasus Covid-19 yang terjadi di wilayah tersebut, bisa segera dilakukan tracing secara cepat.

Sebab masyarakat ataupun jamaah yang ada di dalam masjid itu saling mengenal satu sama lainnya.

"Kami menganjurkan untuk digunakan bagi jamaah bagi wilayahnya. Sehingga yang berada di masjid itu adalah orang orang yang relatively saling kenal. Sehingga kita bisa melakukan pengendalian bila ditemukan ada kasus," kata Anies di Istiqlal Jakarta, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Kristia Budiyarto Jadi Sorotan, Baru 6 Bulan Jadi Komisaris Berani Batalkan Ceramah Ramadan di Pelni

Baca juga: JADWAL Imsakiyah hingga Waktu Berbuka Puasa Ramadan 1442 Hijriah Seluruh Wilayah Indonesia

Penerapan ini memang berbeda dengan Masjid Istiqlal, sebab kapasitas Masjid Istiqlal cukup besar yaitu berkapasitas 250.000 jamaah.

Hanya saja pada ramadan kali ini Istiqlal membatasi 2.000 jemaah yang hanya bisa masuk ke Istiqlal.

"Berbeda dengan masjid seperti istiqlal ini di mana pengunjungnya bisa dari mana-mana karena itu dibatasi sekali. Masjid-masjid yang lain kami menganjurkan untuk hanya digunakan oleh masyarakat di sekitar masjid itu saja," katanya.

Sebelumnya, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan jika Masjid Istiqlal dibuka untuk umum hanya 30 persen kapasitas pada saat bulan ramadan.

Itupun Istiqlal hanya digunakan untuk kegiatan ibadah.

Sementara itu, kegiatan seperti buka puasa, sahur dan lain-lain, tidak diterapkan di Masjid Istiqlal.

Hal ini dilakukan mengingat kondisi masih dalam situasi pandemi Covid-19.

"Tahun lalu Istiqlal absen melayani umat di sini karena bertepatan Covid-19 dan renovasi. Nah alhamdulillah tadi sudah di rapatkan bahwa Istiqlal buka saat ramadan tapi masih sangat terbatas. Kita buka 30 persen atau 2.000 orang," kata Nasaruddin Umar.

Baca juga: Kemenag: Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 2021 Tak Berlaku di Zona Oranye dan Zona Merah

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Jabodetabek Hari ke-1 Puasa Ramadan 2021, Dilengkapi dengan Jadwal Salat Lima Waktu

Dikatakan Nasaruddin saat ramadan nanti, pihak Istiqlal hanya membatasi 2.000 jamaah yang akan melakukan ibadah.

Pihaknya pun juga telah melakukan simulasi dan dipastikan Istiqlal telah siap untuk menyambut ramadan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved