Breaking News:

Relaksasi PPnBM

Agus Gumiwang Tantang APM Meningkatkan Kandungan Lokal jika Ingin Mendapat Relaksasi PPnBM

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta produsen mobil untuk meningkatkan kandungan local, jika ingin mendapat insentif PPnBM.

Editor: Valentino Verry
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta produsen mobil untuk meningkatkan kandungan local, jika ingin mendapat insentif PPnBM. Seperti diketahui, untuk mendongkrak penjualan mobil di Tanah Air pemerintah baru saja mengeluarkan kebijakan berupa relaksasi PPnBM. 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta produsen mobil untuk meningkatkan kandungan local, jika ingin mendapat insentif PPnBM.

Seperti diketahui, untuk mendongkrak penjualan mobil di Tanah Air pemerintah baru saja mengeluarkan kebijakan berupa relaksasi PPnBM.

Alhasil, mobil berkapasitas msin 1.500cc hingga 2.500cc yang memiliki kandungan local cukup tinggi, mendapat insentif tersebut.

Relaksasi PPnBM mobil baru ini dimulai sejak Maret 2021, khusus untuk kendaraan dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc.

Sebulan sukses diadakan, Pemerintah menperluas relaksasi ke mobil PPnBM ke mobil berkubikasi mesin 2.500cc.

Namun, perluasan insentif ini tidak dapat dinikmati seluruh Agen Pemegang Merek (APM) karena terbentur aturan kandungan lokal sebesar 60 persen yang ditetapkan Kementerian Perindustrian.

Baca juga: APM Mobil Mitsubishi Kecewa Pajero Sport tak Masuk Relaksasi PPnBM, Pengamat Otomotif: Wajar

Agus mengatakan, jika produsen ingin menikmati relaksasi PPnBN wajib menambah kandungan lokal pada kendaraan yang diproduksi di Indonesia.

"Ini sekaligus menjadi signal dari Kementerian Perindustrian untuk para produsen otomotif. Kalau produsen mau menikmati relaksasi dari pemerintah, maka naikkan kandungan lokalnya," tutur Agus, Sabtu (10/4/2021).

Agus menambahkan, jika relaksasi PPnBM yang diberikan tahun ini berhasil mendongkrak penjualan yang cukup tinggi, tidak menutup kemungkinan di tahun-tahun depan bisa ada aturan serupa.

"Kita juga tidak tahu, mungkin setelah kebijakan relaksasi PPnBM ini berakhir, di tahun depan kita akan mengusulkan kebijakan yang sama. Jadi jangan sampai ada perusahaan otomotif yang ketinggalan kereta karena dia tidak mau menambah local purchase lebih besar di Indonesia, tidak mau melibatkan lebih banyak industri pendukung otomotif di Indonesia itu sendiri," jelas Agus.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved