Breaking News:

Bulan Suci Ramadan

Pemkot Bekasi Anjurkan Sahur dan Buka Puasa pada Bulan Ramadan Tetap di Rumah Masing-masing

Pemkot Bekasi membuat kebijakan terkait pelaksanaan puasa Ramadan dan Idul Fitri 2021. Sahur dan buka puasa bersama dianjurkan di rumah masing-masing.

Istimewa
Ririn Rachmawardini selaku Manager PLN UP3 Bekasi dan Aprilia Susanti, manager Bagian Keuangan SDM berfoto bersama Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Rabu (7/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemkot Bekasi membuat kebijakan terkait pelaksanaan puasa Ramadan dan Idul Fitri 2021.

Kebijakan itu dituangkan dalam Surat Edaran Nomor: 451/2922-SETDA.Kessos tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1442 H Dimasa Pandemi Wabah Covid-19.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan surat edaran terkait panduan pelaksanaan ibadah Ramadan dan Idul Fitri di masa Pandemi Covid-19.

Baca juga: Bulan Suci Ramadan, Ini Bacaan Niat, Doa Sahur dan Berbuka Puasa Berlafaz Arab, Latin Hingga Artinya

Hal itu dilaksanakan sesuai dengan rangkaian ibadah untuk memenuhi aspek kesehatan di masa pandemi.

"Surat Edaran ini dimaksudkan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan syariat islam dan protokol kesehatan sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi aparatur pemerintah serta masyarakat muslim dari resiko Covid-19 di wilayah Kota Bekasi," kata Rahmatelalui keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (9/4/2021).

Rahmat menjelaskan umat Islam wajib menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama. Kecuali bagi yang sakit atau alasan syari lainnya yang dapat dibenarkan.

Baca juga: Buka Puasa Bersama Tak Dilarang, Tapi Wagub DKI Anjurkan Tempat Terbaik Tetap di Rumah

Kemudian, lanjut Rahmat, sahur dan buka puasa bersama dianjurkan dilakukan di rumah masing- masing bersama keluarga inti.

Tidak perlu melaksanalan sahur on the road dan buka puasa bersama.

"Jika memang harus melakukan kegiatan buka puasa bersama tetap harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan," ungkapnya.

Rahmat melanjutkan pengurus masjid atau mushola dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah seperti solat fardhu lima waktu, sholat tarawih dan witir, tadarus Al Quran, dan Itikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat ibadah dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Baca juga: Daftar Menu Puasa Ramadan 2021 Selama 15 Hari, Cocok Menjadi Menu Andalan Sahur Hingga Berbuka Puasa

Sepertu menjaga jarak aman minimal 60 centimeter antar jamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah atau mukena masing-masing.

"Pengajian, ceramah, taushiyah atau kultum Ramadan dan kuliah shubuh paling lama dengan durasi waktu 15 Menit," imbuh dia.

Kemudian untuk peringatan Nuzulul Quran di masjid atau mushola dilaksanakan dengan pembatasan jumlah pengunjung paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dengan penenapan prokes secara ketat.

Pengurus dan pengelola masjid atau mushola wajib menunjuk petugas untuk memastikan tetap menerapkan prokes dan mengumumkan kepada seluruh jamaah.

"Terus juga diminta melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk tempat ibadah itu dengan menggunakan masker, menjaga jaruk aman, dan setiap jamaah membawa alat salat masing-masing," ungkapnya. 

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved