Breaking News:

Pembangunan Tugu Sepeda Menuai Kritik Dari Komunitas Pesepeda Hingga Legislator

Terlebih anggaran dananya menelan biaya hingga Rp 800 juta di tengah roda perekonomian yang sulit karena pandemi Covid-19.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Desy Selviany
Tugu Sepeda DKI Jakarta sudah mencapai 90 persen terletak di di trotoar depan Menara Indofood Jalan Sudirman, arah Jalan Setiabudi Raya, Jakarta Selatan, Jumat (9/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Rencana pembangunan Tugu Sepeda menuai banyak kritikan. Tidak hanya oleh komunitas pesepeda, Bike 2 Work (B2W), api juga dari anggota legislator.

Sementara, Komunitas sepeda di DKI Jakarta Bike 2 Work (B2W) menolak keras pembangunan tugu sepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat yang habiskan anggaran hingga Rp 800 juta.

Ketua Komunitas B2W Poetoet Soedarjanto mengatakan, sebelumnya komunitas sepeda tidak pernah dilibatkan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam pembangunan tugu tersebut.

Mereka juga sebelumnya tidak pernah tahu menahu soal pembangunan tugu sepeda. “Kami tidak pernah tahu sama sekali terkait pembangunan tugu tersebut,” ujar pria yang mengelola komunitas yang sudah tersebar di 100 kota di Indonesia itu, Jumat (9/4/2021).

Poetoet mengatakan bahwa komunitasnya juga tidak setuju dengan pembangunan tugu tersebut. Terlebih anggaran dananya menelan biaya hingga Rp 800 juta di tengah roda perekonomian yang sulit karena pandemi Covid-19.

Baca juga: Bupati Bogor Ade Yasin Minta Pegawai P3K Bekerja Maksimal dan Inovatif dalam Melayani Masyarakat

Baca juga: Singapura Bantah Pernyataan Deputi KPK yang Sebut Negeri Mereka Surga bagi Koruptor Indonesia

Menurutnya, pembangunan tugu sepeda tidak akan berdampak apa-apa dengan pembudayaan sepeda di Jakarta. “Untuk tugu saya tidak sepakat pembangunannya sih ya. nggak ada pentingnya untuk pembudayaan sepeda. Terlebih di masa sulit anggaran seperti sekarang,” jelasnya.

Menurutnya, apabila Pemprov DKI Jakarta benar-benar perduli dengan pesepeda, seharusnya yang diutamakan ialah pembangunan infrastuktur bagi pesepeda terlebih dahulu.

Dibanding mengadakan pembangunan tugu yang menelan anggaran hingga Rp 800 juta. “Jaringan bersepeda saja belum dikerjakan sepenuhnya. Padahal ini yang semestinya menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta,” bebernya.

Terlebih kata Poetoet, saat ini jalur sepeda permanen yang sudah direncanakan di wilayah Jakarta juga belum dilanjutkan lagi pembangunannya.

Komunitas B2W Indonesia adalah social movement untuk mengajak masyarakat luas mengurangi ketergantungan penggunaan kendaraan motor pribadi. Saat ini komunitas itu sudah tersebar di lebih dari 100 kota dan memiliki koordinator wilayah atau pegiat movement ini

Baca juga: Layanan Penyeberangan ASDP Tetap Beroperasi Untuk Angkutan Logistik Selama Periode Larangan Mudik

Baca juga: Pria Siram Bensin dan Bakar Diri di Pasar Parung Panjang Kabupaten Bogor, Inilah Penyebabnya

Sementara, Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDI-P Gilbert Simanjuntak menuturkan, anggaran pembangunan Tugu Sepeda seharusnya dikembalikan kepada rakyat. Kendati anggaran pembangunan tugu disebut berasal dari pihak ketiga, namun Gilbert menyebut jika dana tersebut tidak bisa digunakan seenaknya.

“Kalaupun itu dana CSR, tapi itu milik DKI, bukan milik pribadi gubernur yang penggunaannya seenaknya. Seharusnya CSR itu dikembalikan kepada rakyat. Itu fungsi CSR, bukan untuk sesuatu yg terkesan kesenangan pribadi,” tutur Gilbert, Jumat (9/4/2021).

Anggota Komisi B ini berpendapat, tugu yang dibangun seharusnya merupakan monumen bagi sosok yang berkorban dan berjasa atau untuk memperingati peristiwa legendaris. “Yang kita persoalkan kenapa tugu di jalan utama, di Ibu Kota, dari sesuatu yang tidak ikut membela negara, berjuang utk kemerdekaan, patriotik, legendaris,” ucap Gilbert.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved