Breaking News:

Persija Jakarta

Tersandung Dugaan Penipuan, Nuralim Tegaskan Bahwa Kasusnya Bakal Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Mantan bek Timnas Indonesia dan Persija Jakarta, Nuralim, menyatakan bahwa kasusnya akan diselesaikan secara kekeluargaan.

persija.id
Nuralim saat ini menjadi ASN di Pemkot Bekasi 

Sebelumnya diberitakan adanya fakta baru mengejutkan muncul dari kasus penipuan yang melibatkan Nuralim.

Nuralim bersama dengan seorang rekan dengan inisial RS dilaporkan oleh Ajie Fadillah di Polres Kota Bekasi karena dianggap telah menipu. 

Dimana sebelumnya Ajie telah dijanjikan bekerja sebagai pegawai pemkot Bekasi dan telah menyetor puluhan juta rupiah, namun hingga saat ini apa yang dijanjikan tak kunjung menjadi nyata.

Nuralim sendiri dikabarkan bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Namun, saat Warta Kota mengunjungi Pemerintah Kota Bekasi, Nuralim bukanlah bagian dari aparatur Pemerintah Kota Bekasi, baik sebagai tenaga kerja kontrak (TKK) maupun PNS.

Hal ini diperoleh dari keterangan Sugiono selaku Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Bekasi, Rabu (7/4/2021).

"Terkait dengan berita yang sedang viral saat ini, saya sudah melakukan pengecekan data-data pegawai sejak kemarin, namun status yang bersangkutan (NA) tidak terdaftar baik sebagai TKK maupun PNS di Pemerintah Kota Bekasi saat ini," tegasnya.

Lanjutnya, pihaknya pun tidak ada membuka penerimaan TKK di tahun ini, dan berharap masyarakat Kota Bekasi tidak mudah teriming-imingi untuk bekerja di Pemkot Bekasi.

Penerimaan TKK hanya dilakukan jika ada permintaan dari organisasi perangkat daerah (OPD), dan selalu diinformasikan secara terbuka kepada masyarakat. 

"Masyarakat dapat mengetahui informasi apapun yang berkaitan dengan aktivitas Pemkot di website kami (bekasikota.go.id), kami juga aktif di Instagram, Twitter, bahkan Facebook. Jadi informasi terbuka disitu. Jikalau penerimaan TKK ada, semua juga transparan dan tidak dipungut biaya. Masyarakat mesti tahu dan jangan mudah tergoda dengan cara konvensional seperti itu," paparnya.

Adapun dugaan penipuan yang melibatkan nama Nuralim berawal dari September 2019 lalu. 

Korban, meminta lowongan kepada RS, dan RS meyakinkan korban dengan janji dapat membantu namun tak gratis.

Korban harus merogoh kocek Rp.35 juta sebagai uang muka. Komunikasi berlanjut, RS menjanjikan korban bisa diterima melalui seseorang yang berinisial NA (Nuralim) yang merupakan pegawai di lingkungan Pemkot Bekasi.

Namun, hingga saat ini, Ajie tak kunjung mendapat apa yang telah dijanjikan, sehingga memutuskan melaporkan keduanya ke kepolisian.

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Sigit Nugroho
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved