Breaking News:

Setara Institute: Pembubaran FPI Berdampak Turunnya Tingkat Intoleransi di Indonesia

Sejumlah kebijakan yang diambil, menurut Ismail, memiliki dampak yang konkret dalam mencegah intoleransi.

Warta Kota/Desy Selviany
Sejumlah anggota polisi dan TNI saat mencopot papan nama FPI, Rabu (30/12/2020) sore. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Direktur Eksekutif Setara Institute Ismail Hasani mengatakan, pemerintah mengambil sejumlah kebijakan yang mampu meningkatkan tingkat toleransi di Indonesia.

Sejumlah kebijakan yang diambil, menurut Ismail, memiliki dampak yang konkret dalam mencegah intoleransi.

"Setidaknya di akhir tahun lalu dan awal tahun ini."

Baca juga: Daripada Koar-koar, Polri Sarankan Masyarakat Daftar Jadi Saksi di Kasus Kematian 6 Anggota FPI

"Kami mencatat inisiatif-inisiatif yang lebih konkret dibandingkan dengan periode kepemimpinan Pak Jokowi sebelumnya," ujar Ismail dalam webinar yang digelar Setara Institute, Kamis (8/4/2021).

Pembubaran FPI, menurut Ismail, merupakan salah satu kebijakan yang memberikan dampak dalam penurunan tingkat intoleransi di Indonesia.

Ismail mengatakan, selama ini FPI merupakan aktor perbuatan yang mengarah kepada aksi intoleransi.

Baca juga: Tiga Polisi yang Jadi Tersangka Berada dalam Satu Mobil Saat Tembak 4 Anggota FPI Hingga Tewas

"Lalu juga yang berdampak saya kira pembubaran FPI itu ya."

"Bagaimanapun kemudian memberikan dampak penurunan tingkat intoleransi."

"Dalam catatan kami, FPI menjadi salah satu organisasi yang menjadi aktor intoleransi," ucap Ismail.

Baca juga: Kuasai Saham Mayoritas Persis, Kaesang Ingin 50 Persen Pemain Timnas Indonesia Diisi Orang Asli Solo

Ismail juga menyebut SKB 3 Menteri terkait ketentuan penggunaan pakaian seragam sekolah, merupakan bentuk langkah peningkatan toleransi.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved