Breaking News:

Berita Jakarta

Proyek Pembangunan Gudang Muara Angke Jakarta Utara Hambat Akses Nelayan dan Bongkar Muat Kapal

Pembangunan gudang peralatan kapal di kawasan Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Penjaringan sudah mencapai 70 persen menghambat akses nelayanan.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Proyek bangunan yang berdiri di atas lahan milik Pemprov DKI Jakarta di kawasan Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara direkomendasikan dibongkar. 

WARTAKOTALIVE.COM, PENJARINGAN -- Nelayan yang mau bongkar muat ikan ya jadi repot akibat akses jalan tertutup dengan adanya proyek 

Pembangunan gudang peralatan kapal di kawasan Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara yang sudah mencapai 70 persen menghambat akses nelayan dan aktivitas bongkar muat kapal.

"Akses jalan tertutup pasti. Nelayan yang mau bongkar muat ikan ya jadi repot," kata Eko (54), nelayan Muara Angke  saat ditemui wartawan di Pelabuhan perikanan Muara Angke, Rabu (7/4/2021).

Ia mengatakan, akses bongkar muat hanya tersedia satu titik, karena titik bongkar muat barang yang sebelumnya telah tertutup oleh bangunan lain.

Sementara Uli, salah seorang buruh angkut di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, ikut mengeluhkan adanya proyek pembangunan pergudangan di akses umum tersebut.

Menurut dia, adanya proyek tersebut telah mempersulit pekerjaannya, karena harus memutar jalan lebih jauh untuk bongkar muat kapal menuju gudang penyimpanan.

Baca juga: JADWAL SIM Keliling dan Samsat Keliling Kamis 8 April 2021: Jabodetabek dan Beberapa Kota Indonesia

Baca juga: UPDATE Prakiraan Cuaca Kamis 8 April 2021, BMKG: Ini Wilayah DKI yang Akan Diguyur Hujan dan Kilat

"Tertutup sekarang jalannya. Jadi harus lewat ke samping, jalannya lebih jauh. Sebelum ada bangunan sih lebih dekat dari sekarang," kata Uli.

Ia mengatakan, harus menempuh jarak dua kali lipat lebih jauh dari sebelumnya, hanya untuk menurunkan barang dari kapal ke gudang hingga membuat penghasilannya menurun.

"Penghasilan menurun pastinya yang tadinya sehari Rp50 ribu jadi Rp30 ribu. Yang harusnya dua kali angkut, jadi sekali karena waktu angkutnya lebih lama dan jauh, jadi cepat lelah juga," ujar Uli.

Pengerjaan proyek gudang peralatan perkapalan di atas lahan milik Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta itu masih terus berlangsung, meski belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca juga: UPDATE Pembangunan Jalur Sepeda Permanen di Sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, Ini Fakta Terkini

Halaman
12
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved