Breaking News:

Berita Jakarta

Pemprov DKI Pertimbangkan Sanksi bagi Pengelola Apartemen terkait Prostitusi Online

Ariza mengimbau kepada pengelola apartemen harus lebih peduli terhadap kasus-kasus penyimpangan seperti peredaran narkoba, prostitusi dan sebagai.

The Hindu
Ilustrasi prostitusi 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta sedang mempertimbangkan untuk memberi sanksi kepada pengelola apartemen yang kedapatan kasus prostitusi online. Terakhir kali, kasus prostitusi online terjadi di Apartemen Gading Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Rabu (7/4/2021).

"Saya kira perlu dipertimbangkan pengelola yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, saya kira perlu kita pertimbangkan untuk berikan sanksi, nanti kami akan kaji terlebih dahulu," kata Ariza di Balai Kota DKI pada Kamis (8/4/2021).

Dalam kesempatan itu, Ariza mengimbau kepada pengelola apartemen harus lebih peduli terhadap kasus-kasus penyimpangan seperti peredaran narkoba, prostitusi dan sebagai.

Pengelola diminta jangan hanya sekadar mencari keuntungan, tanpa memperhatikan kasus kejahatan di sekitarnya.

Baca juga: MIRIS! Muncikari Jual Gadis di Bawah Umur Rp 450.000 di Kelapa Gading Lewat Prostitusi Online

Ibu Jual Anak ke Pria Hidung Belang Rp 400 Sekali Main, Polisi: Dua Tahun Bisnis Prostitusi Online

"Para pengelola apartemen dalam mengelola tidak sekadar mencari keuntungan dari pengelolaan, sewa, dan jual-beli apartemen, tapi memastikan lingkungan apartemennya aman dan jauh dari tempat-tempat prostitusi," imbuhnya.

"Apalagi anak-anak kita yang masih di bawah umur, ini menjadi tugas kita semua. Para pengelola, kami juga sudah sampaikan berkali-kali sebelumnya, bahwa kita punya tanggung jawab yang sama utk menjaga anak-anak kita termasuk di apartemen-apartemen jangan sampai menjadi korban prostitusi," lanjutnya.

Namun demikian, kata dia, menghilangkan kasus prostitusi tidak semudah membalikan telapak tangan. Diperlukan peroses dan kerja sama yang kuat antara pengelola, penghuni apartemen dan masyarakat sekitar untuk berkomitmen melawan tindakan kejahatan.

"Yang terpenting pemerintah punya komitmen, konsistensi yang tinggi untuk membuat regulasi sebaik mungkin, menghadirkan aparat, melakukan kampanye, sosialisasi, berkolaborasi, bersinergi, dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengatasi berbagai masalah bangsa, terutama di Jakarta," ungkapnya.

Baca juga: Resmi Diteken Jokowi, Pertokoan, Perkantoran hingga Bus Umum yang Putar Lagu Wajib Bayar Royalti

Baca juga: Lindungi Pekerja Rentan dan Pegawai Non ASN, APEKSI Dukung BPJS Ketenagakerjaan

Seperti diketahui, AC (12), anak perempuan hampir dijadikan pekerja seks komersial (PSK) saat di Apartemen Gading Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara oleh sang muncikari, DF (27) seharga Rp 450.000.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan mengatakan, korban yang masih duduk di kelas 5 SD ditawarkan seharga Rp 450.000 untuk sekali main kepada pria hidung belang. "Jadi sekali main itu ditawarkan seharga Rp 450.000," kata Guruh, Rabu (7/4/2021).

Halaman
1234
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved