Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Partisipasi Orang Tua Rendah Saat Pembelajaran Tatap Muka, Wagub DKI: Kekhawatiran Itu Biasa

Pembelajaran tatap muka jauh lebih baik dibanding secara virtual, yang sejak Maret 2020 diterapkan akibat pandemi Covid-19.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Joko Suprianto
Seorang murid SDN Palmerah 03 pagi saat sedang belajar tatap muka. 

WARTAKOTALIVE, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merespons hasil asesmen pemerintah daerah soal rendahnya partisipasi orang tua terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

Politisi Partai Gerindra ini menyebut, pembelajaran tatap muka jauh lebih baik dibanding secara virtual, yang sejak Maret 2020 diterapkan akibat pandemi Covid-19.

“Memang masih rendah dorongan orang tua untuk mengizinkan anak sekolah tatap muka."

Baca juga: Diambil Alih dari Keluarga Cendana, Ini 3 Opsi Pengelolaan TMII yang Bisa Dilakukan Pemerintah

"Namun demikian itu belum semua, baru 96 dan 85 yang lolos verifikasi asesemen kami."

"Memang masih 20-30 (yang percaya), ini ke depan akan meningkat seiring proses PTM ini,” kata Ariza di Balai Kota DKI, Kamis (8/4/2021).

Ariza yakin, tingkat paritisipasi orang tua terhadap pelaksanaan pembelajaran campuran (blended learning) yang terdiri dari 50 persen PTM dan 50 persen online, akan menarik perhatian wali murid.

Baca juga: Jokowi: Agama dan Nasionalisme Tidak Bertentangan, Justru Saling Menopang

Soalnya, PTM dilakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, dari pengecekan suhu tubuh, wajib mencuci tangan, pengaturan jarak terhadap meja dan kursi pelajar, wajib memakai masker, hingga kapasitas pelajar dibatasi maksimal 50 persen.

Bahkan, pelajar disediakan bus sekolah untuk menuju ke sekolah atau kembali ke rumah."

"Kami yakin nanti orang tua akan semakin memahami, dan mengerti bahwa pembelajaran tidak semuanya bisa dilakukan secara online."

Baca juga: Erick Thohir Dorong Kepemimpinan Muda, Perempuan, dan Talenta dari Indonesia Timur di BUMN

"Secara offline jauh lebih baik, apalagi untuk mata pelajaran tertentu yang membutuhkan diskusi, interaksi, apalagi praktIk,” jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved