Berita Nasional

Masih Kalah dari Malaysia, Menristek : Riset dan Inovasi Penting untuk Wujudkan Indonesia Maju

Masih Kalah dari Singapura, Malaysia dan Thailand, Menristek Bambang: Riset dan Inovasi Penting untuk Wujudkan Indonesia Maju

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Menteri Riset dan Teknologi atau Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brojonegoro saat menghadiri pelantikan organisasi Alumni Amerika Serikat (Alumnus) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (8/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Menteri Riset dan Teknologi atau Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, riset dan inovasi menjadi hal penting dalam mewujudkan Indonesia maju.

Untuk itu, Kemenristekdikti memberikan berbagai dukungan agar semakin banyak riset dan inovasi yang dihasilkan Indonesia.

"Harus ditumbuhkan ekosistem riset dan inovasi dimana para pihak para peneliti, inovator, pelaku usaha maupun pemerintah bisa saling menyatu," katanya saat menghadiri pelantikan organisasi Alumni Amerika Serikat (Alumnus) di Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Kamis (8/4/2021).

Menurutnya, saat ini kunci untuk menjadikan negara maju ialah riset yang dibarengi dengan inovasi serta dukungan pelaku usaha dan pemerintah.

Orientasinya harus didorong setiap hasil riset untuk ditindaklanjuti sampai ke tahapan inovasi, industri dan sosialisasi.

"Nah berarti ekosistemnya harus terbentuk, harus membayangkan apa yang harus dilakukan," ungkapnya.

Baca juga: Terdesak Ketika Diperiksa Polisi, BGW Akui Baru Sekali Cabuli Anak Tiri Perempuannya Tahun Ini

Ia menyebut Indonesia masuk nomor empat potensi ekonomi dunia.

Akan tetapi masyarakatnya penghasilan masuk kategori middle income atau penghasilan menengah.

Indonesia kalah dengan negara Singapura, Malaysia dan Thailand.

Maka itu, pihaknya melakukan upaya dengan mendukung penuh kegiatan riset dan inovasi dalam negeri dengan meluncurkan pendanaan pengabdian masyarakat pada 2021 ini.

Baca juga: Bangun Jalur Sepeda, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 28 Miliar, Termasuk Tugu Sepeda Senilai Rp 800 Juta

"Kemenristek selalu berupaya memberikan dukungan bagi seluruh stakeholder agar semakin banyak riset dan inovasi yang dihasilkan," jelasnya.

Ia menambahkan selain itu guna mewujudkan Indonesia menjadi negara maju, diperlukan juga entrepreneurship atau kewiraswastaan.

Belajar dari negara Amerika Serikat, banyak yang berpikir negara itu merupakan negara adidaya yang kuat dari segi pertahanannya.

Ternyata, utamanya itu menjadi negara maju karena Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki jiwa entrepreneurship yang selalu berinovasi serta selalu mengikuti perkembangan teknologi terkini.

"Itu yang harus kita pelajari, banyak orang-orang kaya di dunia muncul dari Amerika. Maka perlu mengasah entrepreneurship, jangan bangga banyak hasil alam tapi juga SDM. Tidak ada negara bisa maju kalai engga ada entrepreneurshipnya," jelasnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved