Breaking News:

Kasus Penipuan

Kasus Dugaan Penipuan Mantan Bek Timnas Nuralim, Masih Didalami oleh Polresto Bekasi Kota

Kabag Humas Polrestro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing masih mendalami kasus dugaan penipuan tersebut dan akan memeriksa saksi dan bukti terkait

Warta Kota/Rafzanjani Simanjorang
Kabag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing saat memberikan keterangan soal dugaan penipuan yang dilakukan oleh mantan pesepakbola Timnas Indonesia dan Persija Jakarta 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kasus dugaan penipuan yang melibatkan mantan pemain timnas Indonesia dan kapten tim Persija Jakarta, Nuralim  masih didalami oleh Polres Metro Kota Bekasi.

Kabag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing, menjelaskan dalam mendalami kasus dugaan penipuan tersebut pihaknya akan melanjutkan pemeriksaan kepada saksi-saksi dan mencari bukti-bukti.

Hanya saja, Erna belum mengetahui secara pasti sejauh mana perkembangan terbaru kasus tersebut.

Namun, ia meyakinkan pihaknya akan secepatnya memberikan keterangan perkembangan terbaru atas kasus yang menyeret nama Nuralim mantan bek Persija 1996-2002. 

Nuralim sebagai kapten tim juga yang membawa Macan Kemayoran juara Liga Indonesia 2001.

Mantan bek Persija Jakarta, Nuralim menggendong caretaker pelatih Persija Jakarta Sudirman pada laga kompetisi liga 1 2019
Mantan bek Persija Jakarta, Nuralim menggendong caretaker pelatih Persija Jakarta Sudirman pada laga kompetisi liga 1 2019 (Warta Kota/Umar Widodo)

"Tentu kami mau proses secepatnya, dan menindaklanjutinya, karena kami ingin memberikan pelayanan yang cepat kepada masyarakat," ujarnya, Kamis (8/4/2021).

Erna lantas menjelaskan proses sebuah laporan kasus di Polres harus melewati beberapa tahap sebelum sampai di tangan penyidik.

Awal prosesnya adalah lewat SPKT, dari SPKT akan diteruskan ke KBO (kaur bin ops), setelah itu barulah Disposisi ke Kasat atau Wakasat untuk dipelajari, apakah laporan tersebut masuk ke penyidik reskrim, harda dll," tutupnya.

Adapun Nuralim dilaporkan oleh Ajie Fadillah awal 1 April lalu dengan dugaan penipuan. Nuralim dilaporkan dengan salah satu sosok berinisial RS.

Baca juga: VIDEO Pemkot Bekasi Tegaskan Mantan Bek Timnas Nuralim yang Diduga Terlibat Penipuan Bukan PNS

Baca juga: Nuralim Selalu Ingat Momen Persija Juara Liga Indonesia 2001 Hingga Sekarang

Awal dugaan penipuan yang melibatkan nama Nuralim berawal dari September 2019 lalu. 

Korban (Ajie Fadillah), meminta lowongan kepada RS, dan RS meyakinkan korban dengan janji dapat membantu namun tak gratis.

Korban harus merogoh kocek Rp.35 juta sebagai uang muka. Komunikasi berlanjut, RS menjanjikan korban bisa diterima melalui seseorang yang berinisial NA (Nuralim) yang merupakan pegawai di lingkungan Pemkot Bekasi.

Namun, hingga saat ini, Ajie tak kunjung mendapat apa yang telah dijanjikan, sehingga memutuskan melaporkan keduanya ke kepolisian. 

Fakta Baru

Sebelumnya diberitakan adanya fakta baru mengejutkan muncul dari kasus penipuan yang melibatkan seorang mantan bek timnas Indonesia era 96'an, Nuralim.

Nuralim bersama dengan seorang rekan dengan inisial RS dilaporkan oleh Ajie Fadillah di Polres Kota Bekasi karena dianggap telah menipu. 

Dimana sebelumnya Ajie telah dijanjikan bekerja sebagai pegawai pemkot Bekasi dan telah menyetor puluhan juta rupiah, namun hingga saat ini apa yang dijanjikan tak kunjung menjadi nyata.

Nuralim saat ini menjadi ASN di Pemkot Bekasi
Nuralim saat ini menjadi ASN di Pemkot Bekasi (persija.id)

Nuralim sendiri dikabarkan bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Namun, saat Warta Kota mengunjungi Pemerintah Kota Bekasi, Nuralim bukanlah bagian dari aparatur Pemerintah Kota Bekasi, baik sebagai tenaga kerja kontrak (TKK) maupun PNS.

Hal ini diperoleh dari keterangan Sugiono selaku Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Bekasi, Rabu (7/4/2021).

"Terkait dengan berita yang sedang viral saat ini, saya sudah melakukan pengecekan data-data pegawai sejak kemarin, namun status yang bersangkutan (NA) tidak terdaftar baik sebagai TKK maupun PNS di Pemerintah Kota Bekasi saat ini," tegasnya.

Lanjutnya, pihaknya pun tidak ada membuka penerimaan TKK di tahun ini, dan berharap masyarakat Kota Bekasi tidak mudah teriming-imingi untuk bekerja di Pemkot Bekasi.

Penerimaan TKK hanya dilakukan jika ada permintaan dari organisasi perangkat daerah (OPD), dan selalu diinformasikan secara terbuka kepada masyarakat. 

Baca juga: Pemkot Bekasi Pastikan Mantan Pemain Timnas Terlibat Penipuan Bukan TKK Maupun PNS di Lingkungannya

"Masyarakat dapat mengetahui informasi apapun yang berkaitan dengan aktivitas Pemkot di website kami (bekasikota.go.id), kami juga aktif di Instagram, Twitter, bahkan Facebook. Jadi informasi terbuka disitu. Jikalau penerimaan TKK ada, semua juga transparan dan tidak dipungut biaya. Masyarakat mesti tahu dan jangan mudah tergoda dengan cara konvensional seperti itu," paparnya.

Adapun dugaan penipuan yang melibatkan nama Nuralim berawal dari September 2019 lalu. 

Korban, meminta lowongan kepada RS, dan RS meyakinkan korban dengan janji dapat membantu namun tak gratis.

Korban harus merogoh kocek Rp.35 juta sebagai uang muka. Komunikasi berlanjut, RS menjanjikan korban bisa diterima melalui seseorang yang berinisial NA (Nuralim) yang merupakan pegawai di lingkungan Pemkot Bekasi.

Namun, hingga saat ini, Ajie tak kunjung mendapat apa yang telah dijanjikan, sehingga memutuskan melaporkan keduanya ke kepolisian.

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Umar Widodo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved