Breaking News:

Kasus Penipuan

Kasus Dugaan Penipuan Mantan Bek Timnas Nuralim, Masih Didalami oleh Polresto Bekasi Kota

Kabag Humas Polrestro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing masih mendalami kasus dugaan penipuan tersebut dan akan memeriksa saksi dan bukti terkait

Warta Kota/Rafzanjani Simanjorang
Kabag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing saat memberikan keterangan soal dugaan penipuan yang dilakukan oleh mantan pesepakbola Timnas Indonesia dan Persija Jakarta 

Hal ini diperoleh dari keterangan Sugiono selaku Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Bekasi, Rabu (7/4/2021).

"Terkait dengan berita yang sedang viral saat ini, saya sudah melakukan pengecekan data-data pegawai sejak kemarin, namun status yang bersangkutan (NA) tidak terdaftar baik sebagai TKK maupun PNS di Pemerintah Kota Bekasi saat ini," tegasnya.

Lanjutnya, pihaknya pun tidak ada membuka penerimaan TKK di tahun ini, dan berharap masyarakat Kota Bekasi tidak mudah teriming-imingi untuk bekerja di Pemkot Bekasi.

Penerimaan TKK hanya dilakukan jika ada permintaan dari organisasi perangkat daerah (OPD), dan selalu diinformasikan secara terbuka kepada masyarakat. 

Baca juga: Pemkot Bekasi Pastikan Mantan Pemain Timnas Terlibat Penipuan Bukan TKK Maupun PNS di Lingkungannya

"Masyarakat dapat mengetahui informasi apapun yang berkaitan dengan aktivitas Pemkot di website kami (bekasikota.go.id), kami juga aktif di Instagram, Twitter, bahkan Facebook. Jadi informasi terbuka disitu. Jikalau penerimaan TKK ada, semua juga transparan dan tidak dipungut biaya. Masyarakat mesti tahu dan jangan mudah tergoda dengan cara konvensional seperti itu," paparnya.

Adapun dugaan penipuan yang melibatkan nama Nuralim berawal dari September 2019 lalu. 

Korban, meminta lowongan kepada RS, dan RS meyakinkan korban dengan janji dapat membantu namun tak gratis.

Korban harus merogoh kocek Rp.35 juta sebagai uang muka. Komunikasi berlanjut, RS menjanjikan korban bisa diterima melalui seseorang yang berinisial NA (Nuralim) yang merupakan pegawai di lingkungan Pemkot Bekasi.

Namun, hingga saat ini, Ajie tak kunjung mendapat apa yang telah dijanjikan, sehingga memutuskan melaporkan keduanya ke kepolisian.

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Umar Widodo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved