Breaking News:

Breaking News

BREAKING NEWS: Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin Dieksekusi ke Lapas Kelas 1 Sukamiskin Bandung

KPK mengeksekusi mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin ke Lapas Sukamiskin Bandung berdasarkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap.

WartaKotalive.com/Henry Lopulalan
mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin telah dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara berlanjut.Foto dok: Bupati Bogor Rachmat Yasin sebelum memasuki Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (9/5/2014). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Rachmat Yasin, mantan Bupati Bogor,  telah dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara berlanjut.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung, Jawa Barat, berdasarkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, jaksa eksekusi KPK Irman Yudiandri, Rabu (7/4/2021), telah selesai melaksanakan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Bandung Kelas IA Khusus Nomor: 75/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Bdg tanggal 22 Maret 2021.

"Dengan cara memasukkan terpidana Rachmat Yasin ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 2 tahun 8 bulan dikurangi selama berada dalam tahanan," kata Ali dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Terpidana Rachmat telah dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara berlanjut.

Baca juga: KPK Panggil Mantan Sekda Kabupaten Bogor Adang Suptandar sebagai Saksi Tersangka Rachmat Yasin

Baca juga: KPK Panggil Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin sebagai Tersangka Kasus Korupsi

"Dijatuhkan pula kewajiban untuk membayar pidana denda sejumlah Rp200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan," ucap Ali.

Terpidana sebelumnya juga telah menyetor uang sejumlah Rp9.786.223.000,00 ke rekening penampungan KPK.

Uang tersebut ditetapkan majelis hakim sebagai pembayaran uang pengganti terpidana yang akan disetorkan ke Kas Negara.

Pada hari Senin (22/3/2021), majelis hakim menjatuhkan vonis kepada Rachmat selama 2 tahun 8 bulan penjara karena terbukti terlibat perkara gratifikasi.

Baca juga: Keluar Lapas Sukamiskin, Ibunda Rachmat Yasin Ungkap Kebiasaan Anaknya yang Suka Peluk

Rachmat disebut menerima gratifikasi dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Bogor dengan total sekitar Rp8,9 miliar untuk kepentingan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bogor pada tahun 2013 dan Pemilu 2014.

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved