Breaking News:

Bisnis

Arsjad Rasyid: Timur Tengah dan Afrika Punya Peluang Besar untuk Mendatangkan Investor

Arsjad Rasjid menekankan bahwa hubungan ekonomi tak harus selalu ditujukan kepada negara negara Barat.

istimewa
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid dan Direktur Wahid Foundation, Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid) berfoto bersama para Duta Besar negara Timur Tengah dan Afrika di sela peluncuran buku ‘Duta Antara Dua Kutub’ karya Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Esam Abid Althagafi, di Jakarta, Kamis (8/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid menyatakan investasi menjadi salah satu faktor untuk memperkuat ekonomi di tengah pandemi covid-19.

Arsjad Rasjid menekankan bahwa hubungan ekonomi tak harus selalu ditujukan kepada negara-negara barat. Ia menilai negara di Timur Tengah, khususnya Arab Saudi memiliki peluang tinggi untuk mendatangkan investor.

Arsyad Rasjid menyampaikan bahwa Indonesia akan membuka pintu sangat lebar  bagi para investor, terlebih adanya proyek besar negara yaitu pemindahan Ibukota dari DKI Jakarta ke Kalimantan.

Arsjad juga menekankan bahwa investor menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan perekonomian Indonesia, di tengah masa pandemi covid-19.  

Selain itu dengan adanya Undang Undang Cipta Kerja, Arsjad menilai akan memudahkan investor asing untuk masuk dan memperluas lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

“Kerja sama perdagangan tidak harus selalu dengan Eropa, Timur Tengah dan Afrika juga punya peluang besar, terlebih Arab Saudi ingin mendatangkan investor banyak karena adanya proyek pemindahan ibukota," tutur Arsjad Rasjid di sela peluncuran buku ‘Duta Antara Dua Kutub’ karya Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Esam Abid Althagafi, di Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid dan Direktur Wahid Foundation, Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid) berfoto bersama Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Esam Abid Althagafi di sela peluncuran buku ‘Duta Antara Dua Kutub’ di Jakarta, Kamis (8/4/2021).
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid dan Direktur Wahid Foundation, Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid) berfoto bersama Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Esam Abid Althagafi di sela peluncuran buku ‘Duta Antara Dua Kutub’ di Jakarta, Kamis (8/4/2021). (istimewa)

Sementara Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Esam Abid Althagafi menyampaikan telah melakukan koordinasi dengan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lutfi untuk melakukan kunjungan para pengusaha Arab Saudi ke Indonesia.

Begitu pula dengan sebaliknya. Kini, Arab Saudi telah membuka peluang bagi pengusaha Indonesia untuk mendirikan usaha di Arab Saudi yang mendukung berjalannya ibadah haji dan umrah.

Selain itu, pemerintah Arab Saudi kini tengah membangun kota baru bernama “Neom”, yang ditujukan sebagai kota untuk menarik pariwisata.  “Nantinya, visa yang diterbitkan Arab Saudi tak lagi hanya untuk beribadah, tetapi untuk turis,” kata Dubes Esam Abid Althagafi.

Dia menambahkan, pada tahun 2030, pemerintah Arab Saudi juga berencana akan menambah kuota jamaah haji dan umroh yang semula hanya 2 hingga 4 juta, menjadi 10 juta.   Kuota ini akan diprioritaskan untuk jamaah dari Indonesia.

Halaman
12
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved