Breaking News:

Rumah Panggung

Wali Kota Jakarta Timur Jawab Kritikan Anggota DPRD DKI Perihal Rumah Panggung di Kampung Melayu

Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar menanggapi kritikan anggota DPRD DKI Jakarta perihal pembangunan puluhan rumah panggung di Kampung Melayu.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar, menyebut kritikan soal rumah panggung di Kampung Melayu dari anggota DPRD DKI Jakarta adalah sesuatu yang baik, karena dianggap kritik yang membangun. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar menanggapi kritikan anggota DPRD DKI Jakarta perihal pembangunan puluhan rumah panggung di Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur. 

Menurut Anwar, kritikan anggota dewan sebagai sebuah masukan sekaligus sebagai kebaikan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat DKI Jakarta khususnya Jakarta Timur. 

“Saya kira kritikan kan sehat, bagus buat kita. Kita nggak bisa menanggapi dengan kontra itu, nggak usah. Kita anggap kebaikan,” ucap Anwar, di SDN Pondok Kelapa 05, Rabu (7/4/2021). 

Anwar menambahkan, ada banyak kebijakan yang dicanangkan oleh Pemprov DKI Jakarta sempat mendapat kritikan.

Baca juga: UPDATE Rumah Panggung di Kampung Melayu, Begini Wagub Ariza Jawab Kritik Fraksi PDI-P DPRD DKI

Baca juga: Tak Keberatan Rumahnya Dibedah Jadi Rumah Panggung, Sukandi: Yang Penting Gratis

Namun, hal itu tak berlangsung lama dan justru kini mendapat dukungan. 

“Nanti setelah berjalan baru, dulu pas busway ramai, ternyata setelah jalan, warga menikmati. Sambil berjalan kita evaluasi sampai betul-betul sempurna,” katanya. 

Sebelumnya anggota DPRD DKI Jakarta memberi kritik perihal pembangunan 40 rumah panggung di wilayah Kebon Pala RW 04, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur. 

Ketua Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, mengatakan pembangunan puluhan rumah panggung di lokasi rawan banjir itu bisa menimbulkan potensi kecemburuan sosial. 

Baca juga: PULUHAN Rumah Dibedah Jadi Rumah Panggung, Begini Reaksi Warga Kampung Melayu, Jatinegara

Baca juga: VIDEO Puluhan Rumah di Kampung Melayu yang Kerap Terendam Banjir Dibedah Jadi Rumah Panggung

Pasalnya program Pemprov DKI hasil kolaborasi Baznas Bazis DKI dan Karya Bakti TNI itu hanya menyasar kawasan rawan banjir tertentu sehingga bisa ada kecemburuan sosial dari daerah lain.

Menurutnya, penanganan banjir seharusnya tidak dilakukan dengan meninggikan rumah warga.

Menurut dia, solusi untuk penanganan banjir di DKI Jakarta hanya bisa melalui normalisasi saja.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved