Breaking News:

Wali Kota Jakarta Pusat Tinjau Pelaksanaan Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Tanyakan Lebih Senang Mana?

Wali Kota Jakarta Pusat menyampaikan apa yang dirasakan oleh para siswa setelah hampir satu tahun melaksanakan kegiatan belajar secara online.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Mohamad Yusuf
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma memantau pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka terbatas di SMKN 2 Jakarta, Rabu (7/4) pagi, untuk memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik dan sesuai dengan protokol kesehatan. 

Asesmen bertujuan untuk mengukur kesiapan satuan-satuan pendidikan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka pada bulan Juli 2021.

Setiap butir penilaian yang ada pada Siap Belajar memiliki kriteria yang disesuaikan dengan standar kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) serta pedoman yang dikeluarkan oleh UNESCO dan OECD.

“Proses ini telah kami lakukan sejak lama. Kami juga selalu berkoordinasi dengan banyak pihak mulai dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dinas Kesehatan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ikatan Psikolog Klinis para pakar pendidikan, dan orang tua untuk memastikan standar asesmen yang kami lakukan akurat bahkan di atas standar nasional,” jelas Nahdiana.

Hasil asesmen tersebut dijadikan dasar bagi Disdik untuk menentukan satuan pendidikan sebagai kandidat ujicoba secara terbatas.

Ujicoba secara terbatas dimaksudkan untuk menemukan pola pelaksanaan pembelajaran campuran dan mengukur kesiapan satuan pendidikan.

“Setelah ditentukan satuan pendidikan sebagai kandidat ujicoba, seluruh kepala satuan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan serta orangtua dan peserta didik harus mengikuti pelatihan PTK Merdeka Belajar dan Intervensi Siap Belajar,” ungkapnya.

Pada tahap awal, terdapat 100 satuan pendidikan mulai dari jenjang dasar dan menengah (SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan PKBM/LKP) yang memenuhi kriteria untuk selanjutnya mengikuti pelatihan.

Setelah mengikuti pelatihan selama 2 (dua) minggu, berdasarkan hasil pelatihan, dinyatakan 85 satuan pendidikan memenuhi kriteria untuk mengikuti ujicoba terbatas.

Tahap selanjutnya, pendidik dan tenaga kependidikan dari satuan pendidikan peserta uji coba terbatas dilakukan vaksinasi Covid-19 untuk memastikan kegiatan pembelajaran berjalan secara kondusif dan aman.

Dalam penerapan pembelajaran campuran, para orangtua tetap memiliki hak penuh untuk menentukan apakah anaknya diberikan izin untuk mengikuti pembelajaran campuran atau belajar dari rumah.

Dengan demikian, pihak satuan pendidikan tetap melaksanakan belajar dari rumah terlebih bagi satuan pendidikan yang tidak lolos asesmen dan belum menjadi peserta ujicoba terbatas.

Nahdiana juga memaparkan, pihaknya akan mengedukasi penjelasan tentang pembelajaran campuran ini, khususnya bagi para peserta didik dan orangtua.

Selama pelaksanaan uji coba terbatas dari tanggal 7 sampai dengan 29 April 2021 dilakukan pemantauan dan evaluasi secara rutin oleh pihak terkait seperti pengawas sekolah, unsur Suku Dinas Kesehatan, Satgas Covid-19 tingkat Kelurahan dan Kecamatan, unsur Suku Dinas Pendidikan, dan unsur Dinas Pendidikan.

“Pihak satuan pendidikan telah melakukan koordinasi dengan puskesmas setempat atau rumah sakit terdekat. Pemantauan dilakukan menyangkut aspek pelaksanaan protokol kesehatan dan pembelajaran sesuai yang ditetapkan dalam masa pandemi Covid-19,” ucapnya.

Adapun beberapa poin penting dalam penerapan uji coba pembukaan sekolah terbatas sebagai berikut:

• Jumlah hari tatap muka terbatas adalah 1 hari dalam 1 minggu untuk 1 jenjang kelas.

• Jumlah peserta didik yang terbatas dengan maksimal 50 persen dari daya tampung per kelas dan pengaturan jarak 1,5 meter antarsiswa.

• Durasi belajar yang terbatas antara 3-4 jam dalam satu hari.

• Materi pembelajaran yang terbatas, yaitu hanya materi-materi esensial yang disampaikan pada pembelajaran tatap muka.

• Satuan pendidikan yang telah mengikuti pelatihan pembelajaran campuran (blended learning).

• Pendidik dan tenaga kependidikan telah dilakukan vaksinasi.

Saran Epidemiolog

Mulai Rabu (7/4/2021) besok DKI Jakarta akan melaksanakan uji coba belajar tatap muka sekolah.

Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman menyarankan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyiapkan tenaga kesehatan (nakes) terkait dengan pelaksanaan uji coba belajar tatap muka sekolah mulai Rabu (7/4/2021).

Tenaga kesehatan tersebut, kata Dicky, disebar ke setiap sekolah yang  melaksanakan uji coba belajar-mengajar tatap muka untuk melakukan pendampingan.

Video: Taman Nasional Gunung Gede Pangrangngo Obyek Wisata Alam Pilihan di TNGGP

"Pemprov DKI harus melakukan mitigasi secara matang sehingga keputusan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah ini tidak menimbulkan kasus baru Covid-19. Dalam rencana pembukaan sekolah di DKI, harus ada pendampingan oleh Dinas Kesehatan DKI dengan menunjuk puskesmas, klinik, atau dokter praktik untuk memantau setiap sekolah," ujar Dicky saat dihubungi di Jakarta, Selasa (6/4/2021).

Kehadiran petugas kesehatan yang harus diatur dengan baik ini, lanjut Dicky, bertugas memantau kegiatan sekolah agar tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan paparan Covid-19.

"Setiap sekolah harus jelas siapa pemantaunya karena ini tidak seperti sekolah biasa. Jadi, harus ada pengampu petugas kesehatan," ucap dia.

Baca juga: Pemprov DKI Beri Ijin, Delapan Sekolah Dasar di Jakarta Barat Bakal Gelar KBM Tatap Muka di Sekolah

Baca juga: Ada 8 SD di Jakarta Barat Mulai Pembelajaran Tatap Muka, Ini Persyaratan yang Wajib Dipenuhi

Dicky juga ketika ditemukan kasus Covid-19 baik di kalangan siswa, guru, maupun tenaga kependidikan lainnya kegiatan uji coba itu wajib dihentikan sementara.

Untuk petugas kesehatan yang ditunjuk Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI itu, mesti melakukan tindakan lanjutan dengan cara penelusuran kontak (tracing).

"Jangan lupa ada rem darurat ketika misalnya dalam satu kelas atau kelompok yang positif satu orang, itu sudah harus membuat kelompok itu karantina dulu dua minggu, sembari nanti di-'tracing'," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahamd Riza Patria menyebut pihaknya akan membuka kembali sekolah tatap muka dengan tahap uji coba dahulu pada Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Ada 110 Sekolah di Kota Bekasi Belajar secara Tatap Muka di Sekolah

Riza melanjutkan, sejauh ini ada sekitar 96 sekolah yang direncanakan akan dibuka sebagai pilot project pembelajaran tatap muka ini sedang dilakukan asesmen.

"Mudah mudahan kalau ini berhasil, nanti kita akan pertimbangkan apakah di tahun ajaran baru, dimungkinkan tatap muka secara langsung atau secara campuran seperti yang diujicobakan, atau cara lain," ucap Riza.

Enam sekolah di Jakarta Utara uji coba belajar tatap muka

Jakarta Utara, dijadwalkan akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka pada Rabu (6/4).

Baca juga: Dinas Pendidikan DKI Jakarta Telah Menyiapkan Konsep Pembelajaran Tatap Muka

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Jakarta Utara Purwanto di Jakarta Utara, Selasa, mengatakan, empat sekolah itu yakni SD Negeri Rorotan 02 Pagi, SMK Walang Jaya, SD Negeri Sukapura 01 Pagi dan SMA Kristen Penabur Kelapa Gading.

"Besok akan digelar uji coba belajar tatap muka di sekolah yang sudah lulus asesmen (evaluasi) untuk menggelar uji coba belajar tatap muka. Untuk di wilayah II, uji coba belajar tatap muka digelar di empat sekolah itu," kata Purwanto.

Uji coba sekolah tatap muka itu bertujuan mengembalikan kegiatan belajar mengajar secara langsung di tengah pandemi Covid-19.

Ia menambahkan, proses asesmen yang diperhatikan antara lain:

Baca juga: Siswi Cantik Cibungbulang Kabupaten Bogor Bicara Tentang Pembelajaran Tatap Muka, Ini Komentarnya

- sekolah memenuhi sarana dan prasarana (sarpras),

- tenaga pengajar telah mengikuti dan lulus pelatihan sistem belajar campuran (blended learning) dan mendapatkan vaksinasi Covid-19,

- serta wali siswa telah membuat surat pernyataan memperbolehkan anaknya mengikuti sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

Pembelajaran tatap muka hanya untuk siswa mulai dari kelas empat SD hingga tiga SMA atau sederajat.

Baca juga: Ganjar Minta Prioritaskan Vaksinasi Guru Guna Menunjang Pembelajaran Tatap Muka

Pelaksanaannya pun hanya diikuti oleh sepertiga dari keseluruhan siswa di sekolah tersebut. Sisanya masih melakukan proses belajar secara daring.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Jakarta Utara Sri Rahayu Asih Subekti mengatakan SDN Pejagalan 03 dan SDN Pademangan Barat 11 yang ada di wilayahnya juga melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka, Rabu (7/4).

Uji coba pelaksanaan belajar tatap muka itu pun hanya berlangsung selama empat jam mulai 07.00 sampai 10.00 WIB.

Baca juga: Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan Sebut Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Cegah Pelajar Candu Gadget

"Untuk tenaga pengajar yang memiliki riwayat penyakit beresiko terpapar Covid-19 tidak diperbolehkan mengikuti pelaksanaan belajar tatap muka ini. Mereka tetap mengajar melalui daring," ujarnya. (Antaranews/JOS)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved