Breaking News:

Berita Video

VIDEO Tinjau Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Wagub DKI Ariza Sebut Para Siswa Merasa Senang 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tiba di SMKN 2 Jakarta pada pukul 10.16 WIB. Selanjutnya Ariza langsung melihat proses pembelajaran di da

WARTAKOTALIVE.COM,GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meninjau secara langsung proses pembelajaran tatap muka terbatas di SMKN 2 Jakarta, Rabu (7/4). Ariza mengakui jika para siswa merasa senang dengan diberlakukan KBM tatap muka ini.

Pantauan wartakotalive.com Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tiba di SMKN 2 Jakarta pada pukul 10.16 WIB. Selanjutnya Ariza langsung melihat proses pembelajaran di dalam kelas.

Orang nomor dua di DKI itu juga menyempatkan berbincang dengan beberapa siswa terkait respon adanya sekolah tatap muka secara terbatas yang digelar pada hari ini. Banyak siswa yang menyambut senang akan hal itu.

Dalam kesempatan itu Ariza juga mengingatkan kepada para siswa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Ia pun menganggap sekolah tatap muka sangat diperlukan terlebih mereka para pelajar SMK.

"Alhamdulillah berjalan dengan baik semua, fasilitas pendukung disiapkan mulai dari cuci tangan. Kemudian ruang ganti, toilet, sabun, nanti juga disinfektan juga setelah dilakukan sebelum dan selesai tatap muka," kata Ariza di SMKN 2 Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Dikatakan Ariza, jika sekolah tatap muka di sambut baik oleh para siswa. Meskipun baru 20 sampai 30 persen siswa yang di izinkan oleh orangtua untuk melaksanakan sekolah tatap muka.

"Tadi saya berdialog dengan siswa dan para pendidik, mereka sangat senang bisa berinteraksi, apalagi untuk mata pelajaran prkatik memang dibutuhkan kehadirannya di sekolah untuk bisa mempercepat dan mempermudah pemahaman dari pelajaran," katanya

Menurutnya, saat ini di DKI Jakarta ada 85 sekolah baik dari SD sampai SMA yang melaksanakan kegiatan sekolah tatap muka terbatas. Proses pembelajaran pun di persingkat hanya 3 sampai 4 jam.

"Jadi memang kita batasi, jumlahnya juga tidak boleh dari 50 persen di ruangan kelas, kemudian waktunya kita batasi jamnya, harinya juga kita batasi. Semuanya sesuai dengan protokol kesehatan," ucapnya. (JOS)

 
 

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved