Virus Corona

Sekolah di Masa Pandemi Covid-19, Persiapan Aya Kini Bukan Hanya Alat Tulis

Di hari pertama sekolah tatap muka, Aya mengaku sudah mendapat imbauan dari orang tua untuk selalu menjaga protokol kesehatan.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/DESY SELVIANY
Siswi SD Negeri Palmerah 03 Pagi memulai belajar tatap muka di tengah pandemi Covid-19, Rabu (7/4/2021). 

Total ada 13 sekolah di Jakarta Barat yang menjadi pilot project belajar tatap muka.

Baca juga: Nadiem Makarim: Kalau Enggak Berani Ambil Risiko Mending Jangan Memimpin

Ke-13 sekolah itu hanya menggelar belajar tatap muka tiga hari, dari total lima hari belajar.

Salah satu sekolah di Jakarta Barat yang menggelar sekolah tatap muka ialah SDN Palmerah 03 Pagi.

Peresmian sekolah tatap muka di sekolah tersebut dihadiri oleh Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Varian E484K Bisa Turunkan Khasiat Vaksin Covid-19, Lebih Cepat Menular, Sudah Ditemukan di Jakarta

Uus mengatakan, pada tahap pertama, ada 13 sekolah setingkat SD, SMP, dan SMA yang diizinkan menggelar sekolah tatap muka.

Sebanyak enam sekolah berada di Jakarta Barat wilayah satu, dan tujuh sekolah berada di Jakarta Barat wilayah dua.

"Ketiga belas sekolah yang diizinkan untuk mengikuti pilot project merupakan sekolah yang sudah lulus assesment dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta," jelas Uus ditemui usai peresmian.

Tak Perlu Tunggu Juli 2021

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengimbau satuan pendidikan yang guru dan tenaga pendidiknya sudah divaksin Covid-19, segera memenuhi daftar periksa dan menawarkan opsi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, sudah berlaku.

"SKB ini sudah berlaku."

Baca juga: Kasus BLBI Disetop, BW: Bukti Tak Terbantahkan Dampak Paling Negatif dari Revisi UU KPK

"Tidak perlu menunggu Juli 2021 untuk melakukan PTM terbatas," kata Nadiem melalui keterangan tertulis, Senin (5/4/2021).

Nadiem mengatakan, satuan pendidikan yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka terbatas boleh tetap melaksanakan, walau pendidik dan tenaga kependidikannya belum divaksinasi.

"Satuan pendidikan yang sudah ataupun dalam proses melakukan PTM terbatas, walau pendidik dan tenaga kependidikannya belum divaksinasi, tetap diperbolehkan melakukan PTM terbatas."

Baca juga: Banyak Takut ke Luar Rumah, Vaksinasi Covid-19 Lansia Baru 2 Persen, Keluarga Diminta Mengantar

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved