Breaking News:

Polisi Sebut Kasus Laka Lantas Koboi Duren Sawit Acungkan Pistol Kemungkinan Damai

Kasus Laka Lantas Pengemudi Fortuner Hitam Acungkan Pistol, Kemungkinan Damai. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Youtube Wartakotalive.com
Koboi jalanan di Duren Sawit, Jakarta Timur. 
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya menuturkan dalam kasus laka lantas pengemudi Fortuner hitam, Muhammad Farid Andika alias MFA yang mengacungkan senjatanya ke warga di Durensawit, Jakarta Timur, ada wacana damai.
"Sebab ada upaya dari pihak keluarga penabrak dan pihak korban yang tidak mau mempermasalahkan," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (7/4/2021).
Yusri mengatakan akan mengecek ulang kembali soal proses hukum kasus laka lantas ini.
"Pelaku sudah minta maaf. Dari korban juga sudah menyampaikan tidak akan mau melanjutkan," katanya. 
"Saya nanti cek lagi karena itu baru wacana. Karena ini juga sebenarnya pidana ringan saja di Pasal 310 ayat 2 UU Lalu Linta dan Angkutan Jalan, karena lalai mengakibatkan korban luka ringan," katanya.
Selain itu Yusri menuturkan dari hasil pengembangan pihaknya telah berhasil membekuk pemasok airgun ke Muhammad Farid Andika alias MFA.
Pelaku kata Yusri adalah AM alias S yang diamankan di Jakarta, pekan ini.
"Kita kembangkan lagi, kemarin sudah kita lakukan penggeledahan. Hasil pengembangan, satu orang kita tetapkan sebagai tersangka yaitu inisial AM alias S. Ini pengembanagn dari saudara MFA  bahwa dia membeli airgub dari AM alias S.
Yusri mengatakan Muhammad Farid Andika alias MFA membeli lagsung airgunnya darI AM alias S.
"Mereka saling kenal, dan belinya ketemu langsung. AM alias S ini adalah memang penjual airgun. Ini masih kita dalami lagi," kata Yusri.
Menurutnya pasal yang dipersangkakan ke AM alias S, sama dengan pasal yang dipersangkakan ke MFA yakni UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.
Sebelumny Polda Metro Jaya memastikan telah melakukan pemeriksaan tes urine terhadap pengemudi Fortuner hitam yang mengacungkan pistol jenis Airgun ke warga yakni Muhammad Farid Andika alias MFA.
Hasilnya, Farid dipastikan tidak mengonsumsi narkoba maupun minuman keras saat peristiwa itu terjadi.
Hal itu dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, di Mapolda Metro Jaya, Senin (5/4/2021).
"Hasil tes urine dan juga alkohol terhadap yang bersangkutan, setelah kita lakukan pemeriksaan, hasilnya negatif," kata Yusri.
Yusri menuturkan penyidik kembali menemukan satu lagi senjata api atau pistol jenis Airgun dari tangan pengemudi Fortuner hitam Muhammad Farid Andika alias MFA, saat menggeledah kediamannya.
"Jadi totalnya MFA ini memiliki dua Airgun tanpa izin. Sebelumnya saat ditangkap, satu Airgun sudah kami sita. Lalu kita lakukan penggeledahan dan kita temukan satu senjata lagi air gun. Jadi sekarang total dua," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (5/4/2021).
MFA adalah pengendara mobil Fortuner hitam B 1673 SJV, yang mengacungkan senjata jenis airgun ke waga yang menghadangnya. 
Sebelumnya mobil sempat menyerempet sebuah sepeda motor yang dikendarai wanita. Peristiwa ini terjadi di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (2/4/2021) dinihari sekira pukul 01.00 WIB.
Karena aksinya MFA ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ia dijerat pasal pelanggaran UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 karena memiliki airgun tanpa izin dan menakuti warga.
"Ini masih kita lakukan pemeriksaan lagi, pendalaman. Karena kami terus mengejar di mana dia mendapatkan senjata tersebut," kata Yusri.
Yusri menjelaskan terkait kartu anggota shooting club Perbakin yang dimiliki MFA, pihaknya sudah memeriksa sejumlah pihak.
"Bahwa Perbakin Jakarta tak pernah mengeluarkan kartu itu. Karena shooting shot itu sudah dibekukan sejak lama, akibat banyak pelanggaran yang dilakukan. Bahkan yang tanda tangan di kartu itu sudah meninggal dunia," kata Yusri.
Menurutnya kepemilikan airgun oleh anggota Perbakin adalah untuk kepentingan olahraga.
"Karena untuk atihan olahraga, airgun harusnya disimpan, bukan dibawa. Makanya ini yang terus kami dalami," kata Yusri.
Sebelumnya Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya sudah selesai melakukan gelar perkara kasus pengacungan  senjata pistol jenis air soft gun oleh pengemudi Fortuner hitam Muhammad Farid Andika alias MFA, ke sejumlah warga di Durensawit, Jakarta Timur,  Jumat (2/4/2021) dinihari.
Saat itu warga menghadang mobil yang dikemudikan MFA karena menyerempet pengendara motor wanita.
Aksi MFA sempat direkam warga dan vial di media sosial.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan hasil gelar perkara, Sabtu (3/4/2021) pagi, pihaknya menetapkan MFA sebagai tersangka pelanggaran UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 karena memiliki air soft gun tanpa izin dan menakuti warga.
Selain itu kata Yusri, pihaknya mekakukan penahanan atas MFA.
"Gelar perkara sudah kita lakukan pagi tadi, dan hasilnya MFA kita tetapkan sebagai tersangka. Selain itu penyidik memutuskan melakukan penahanan atas yang bersangkutan," kata Yusri, Sabtu (3/4/2021).
Menurut Yusri surat penahanan resmi atas MFA sudah dikeluarkan penyidik kepada tersangka.
"Penyidik sudah mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap yang bersangkutan," kata Yusri.
Penetapan status tersangka terhadap MFA kata Yusri berdasarkan alat bukti yang cukup. 
Seperti diketahui, sebuah video viral di media sosial sejak Jumat. Dimana dalam video itu tampak seorang pengendara mobil Fortuner hitam B 1673 SJV menunjukan senjata jenis airsoftgun ke waga yang menghadangnya. 
Sebelumnya mobil sempat menyerempet sebuah sepeda motor yang dikendarai wanita. Peristiwa ini terjadi di kawasan Duren Sawit, Jakar Timur, Jumat (2/4/2021) dinihari sekira pukul 01.00 WIB.(bum)
 
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved