Breaking News:

Melanggar Prokes Selama PPKM, Satpol PP Kabupaten Bekasi Segel 42 THM di Kabupaten Bekasi

Jika kembali melanggar akan dilakukan penindakan tegas, salah satu denda administrasi hingga penutupan permanen

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Agus Himawan
istimewa
Satpol PP Kabupaten Bekasi tengah menyegel tempat hiburan yang melanggar aturan PPKM. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi mencatat sedikitnya ada 42 tempat hiburan malam (THM) disegel selama razia pelanggar protokol kesehatan (prokes) pada massa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Penertiban dilakukan karena melanggar batas jam operasional, maupun protokol kesehatan salah satunya batasan pengunjung 50 persen.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Satpol PP Kabupaten Bekasi, Windhy Mauly mengatakan, penyegelan puluhan THM mengacu pada aturan PPKM tahap enam, lalu Instruksi Bupati tahap enam dan Surat Edaran Bupati nomor 300/23/Pol PP.

Baca juga: MUI Imbau Umat Muslim Indonesia Bantu Korban Bencana NTT

Baca juga: Desain Makin Kokoh, Hyundai Rilis New Santa Fe di Indonesia, Dijual Mulai Rp 569 juta

"Puluhan lokasi yang melakukan pelanggar protokol kesehatan (prokes) kami segel selama dua pekan dan kembali diperbolehkan buka lagi," katanya, pada Rabu (7/4/2021). Ia menegaskan THM yang diperbolehkan buka kembali itu wajib mematuhi aturan yang berlaku.

Jika kembali melanggar akan dilakukan penindakan tegas, salah satu denda administrasi hingga penutupan permanen. "Kita terus gencar lakukan penindakan langsung," imbuh dia.

Data terkini, Satpol PP Kabupaten Bekasi sudah menyegel 20 tempat di kawasan Pulo Nyamuk Cikarang Barat dan Cibitung. Lalu, 20 ruko di sekitar Tenda Biru, Kecamatan Cibitung. Kemudian tempat di sekitar Lippo Cikarang dan satu lainnya di sekitar Kalimalang, Kecamatan Tambun Selatan. 

"Di sini kita memang temukan adanya operasional load (melebihi jam operasional) juga diskotik yang melanggar prokes dan menimbulkan kerumunan orang," ucapnya. Widy menambahkan, untuk PPKM lanjutan masih dalam pembahasan. Saat ini, penindakan masih mengacu pada PPKM enam. 

Baca juga: Menhub Beberkan 81 Juta Orang Bakal Mudik Lebaran Bila Pemerintah tidak Keluarkan Larangan

Baca juga: Tingkatan Kunjungan Wisata, Kemenhub Kaji Pembangunan Jalur Kereta Api ke Kawasan Borobudur

"Masih ada PPKM tahap tujuh dan kita juga masih religion publik, menghadapi bulan suci Ramadan. Dan cipta kondisi akan semakin ketat, tahapannya pun langsung didampingi pihak kepolisian," bebernya. Intinya, kata dia, Satpol PP Kabupaten Bekasi sebagai penegak aturan di masa pandemi Covid-19, akan terus bergerak sampai dengan masa PPKM berakhir.

Begitupun, pada saat bulan Ramadan nanti, Satpol PP Kabupaten Bekasi akan tetap monitoring ke tiap titik yang memungkinkan menimbulkan kerumunan. Bahkan, tahapannya lebih merata hingga ke pelosok- pelosok Kabupaten Bekasi. 

"Kita akan sisir habis, dan kita akan segel jika memang melampaui batas yang ditentukan seperti restoran yang harusnya 50 persen, juga terkait waktu yang melampaui batas yang ditentukan sebelum pukul 21.00 WIB," tandasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved