Breaking News:

Bulan Suci Ramadan

Larang Sahur On The Road Selama Ramadan, Polisi Bakal Tindak Tegas Masyarakat yang Melanggar

Larang Sahur On The Road Selama Bulan Ramadan, Polda Metro Jaya Bakal Tindak Tegas Masyarakat yang Melanggar

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Feryanto Hadi
Puluhan personil gabungan dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap rombongan peserta Sahur on The Road (SOTR) di wilayah Jakarta Selatan, Minggu (10/6). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Polda Metro Jaya memastikan melarang kegiatan sahur on the road (SOTR) yang biasa dilakukan sekelompok masyarakat di bulan Ramadhan mendatang.

Warga yang melaksanakan SOTR akan dibubarkan petugas dan jika ada yang membandel akan dilakukan penindakan hukum yang lebih tegas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pelarangan SOTR ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan di masa pandemi Covid-19 ini 

"Menyangkut persiapan menghadapi puasa di masa pandemi covid-19, sama dengan tahun lalu. Di sini polisi melaksanakan operasi keselamatan yang rencana tanggal 12 dilaksanakan. Secara umum kita melarang SOTR yang biasa dilakukan sekelompok masyarakat di bulan Ramadhan ini," kata Yusri.

Ia menjelaskan nantinya akan ada gelar pasukan Polda Metro Jaya dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan menghadapi Ramadan kali ini.

"Kita ketahui biasanya masyarakat Indonesia tiap puasa selalu ada SOTR. Selama pandemi Covid-19, SOTR kami larang. Ini untuk upaya memutus mata rantai covid-19 termasuk meniadakan kerumunan," katanya. 

Baca juga: Saat Sambangi Kantor PSSI, Kaesang Pangarep Bercanda Ingin Jadi Penerus Ketum PSSI Mochamad Iriawan

Guna menghindari penyebaran Covid-19 katanya kebijakan yang dikeluarkan adalah tidak diperbolehkan dilaksanakan SOTR untuk di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya. 

"Gunanya apa? Salah satunya untuk menghindari penyebaran covid-19. Kita lakukan filterisasi di daerah yang sering terjadi sahur on the road," ujar Yusri.

Filterisasi katanya dilakukan di jalan raya di pusat kota, mulai dari Senayan sampai Harmoni sejak malam hingga pagi.

"Dengan kekuatan 120 personil setiap malam, akan kita siagakan, nanti akan diback-up teman-teman TNI. Filterisasi ini spt apa, kita tutup perempatan jalan yang sering jadi tempat berkulumpul. Ini upaya preventif yg kita lakukan," katanya.

Baca juga: Era Setyowati Minta Tanggung-jawab Profesor M, Pengacara: Sudah Ditiduri Hanya Dapat Mobil Kredit

Kemudian tambah Yusri, ada pula patroli skala besar bersama, dengan mengerahkan anggota TNI, Polda Metro Jaya dan aparat Pemda.

"Kalau kita lihat ada kerumunan akan kita bubarkan secara persuasif dan humanis, kalau diperingati nggak bisa, baru penindakan hukum yang kita lakukan. Penindakan hukum prokes yg kita lakukan di sana," jelas Yusri.

"Makanya ini kami sampaikan sebagai sosialisasi ke masyarakat. Menghadapi puasa ini kami tegaskan SOTR tidak ada. Sebaiknya dirumah saja," ujarnya.

Penyekatan atau filterisasi kata Yusri akan mulai dilakukan mulai pukul 23.00-05.00 pagi di bulan Ramadan. (bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved