Breaking News:

Salat Tarawih

Benyamin Davnie Perbolehkan Ibadah Salat Tarawih Secara Terbatas Sesuai Instruksi Pemerintah Pusat

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperbolehkan pelaksanaan salat tarawih secara berjamaah pada ramadan tahun ini.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rizki Amana
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, memperbolehkan salat tarawih sesuai instruksi pemerintah pusat, yakni maksimal 50 persen dari kapasitas masjid. 

WARTAKOTALIVE.COM. TANGSEL - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperbolehkan pelaksanaan salat tarawih secara berjamaah pada ramadan tahun ini. 

Kebijakan tersebut diberlakukan pihaknya mengingat Pemerintah Indonesia yang telah mengeluarkan surat edaran pelaksanaan ibadah di bulan ramadan tahun ini di tengah pandemi covid-19 yang masih melanda. 

"Diperbolehkan dengan catatan 50 persen dari kapasitas, jaga jarak dan tetap protokol kesehatan di terapkan," kata Benyamin Davnie, Wakil Wali Kota Tangsel, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: VIDEO Persiapan Masjid Raya Hasyim Asyari untuk Gelar Salat Tarawih dan Salat Ied Jamaah

Baca juga: Bulan Ramadan di Masa Pandemi, Masjid Istiqlal Hanya Tampung 2.000 Jemaah untuk Salat Tarawih

Benyamin menuturkan, saat ini pihaknya sedang melakukan sosialisasi kepada seluruh masjid yang terdapat di wilayah kerjanya. 

Sosialisasi itu dilakukan dalam rangka menjabarkan aturan yang telah diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia dalam pelaksanaan ibadahnya.

"Saya sudah mintakan Asda 1 untuk melakukan rapat koordinasi dengan OPD terkait yang intinya menjabarkan lebih lanjut edaran Menteri Agama itu. Jadi kita nanti mungkin akan melakukan hal yang sama lah dengan pedoman dari Kementerian Agama," jelasnya. 

Baca juga: Surat Edaran Menteri Agama: Peserta Bukber, Tarawih Hingga Iktikaf Maksimal 50 Persen

Baca juga: Masjid Istiqlal Dibuka untuk Salat Tarawih Selama Ramadhan 2021, Namun Dibatasi Jamaahnya

Kendati demikian ia menegaskan diperbolehkan ibadah secara jamaah pada bulan ramadan ini hanya diperuntukan bagi lingkungan yang terkategori rentan penyebaran dan penularan kasus infeksi covid-19.

"Dengan catatan lain kalau umpamanya zonanya naik lagi. Lingkungan setempat zona yang berbahaya ada penularan covid-19 ya kita akan melakukan pelarangan nantinya. Kita imbauan untuk shalat tarawihnya di rumah," jelasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved