Breaking News:

Aksi Terorisme

Terduga Teroris Ini Pernah Jemur Bahan Peledak di Depan Rumah, Juga Lacak Perusahaan Asal Tiongkok

Ahmad mengaku pertama kali terjerumus dalam lingkaran aktivitas teroris itu, saat mengikuti jemaah pengajian Yasin Walatif.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews.com
Ilustrasi: Terduga teroris Ahmad Junaidi terlibat dalam perakitan bom aseton peroksida (TATP). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ahmad Junaidi, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Jakarta dan Bekasi, terlibat dalam perakitan bom aseton peroksida (TATP).

Pengakuan itu diungkapkan Ahmad Junaedi dalam video yang tersebar di awak media.

Dalam video itu, Ahmad mengaku pertama kali terjerumus dalam lingkaran aktivitas teroris itu, saat mengikuti jemaah pengajian Yasin Walatif.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Ingin Doa Semua Agama Dipanjatkan di Acara Kemenag, Waketum MUI Tak Setuju

"Saya tergabung dalam jemaah pengajian Yasin Walatif di bawah pimpinan Habib Husein Husni Condet."

"Dan diadakan setiap malam Jumat bergilir ke rumah-rumah semua anggota. Jemaah pengajian," ungkap Ahmad.

Usai kajian keagamaan, kata Ahmad, pembahasan pun berganti mengenai isu keadaan negara.

Baca juga: PANDUAN Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H di Masa Pandemi, Kuliah Subuh Paling Lama 15 Menit

Yang paling disoroti, protes terhadap negara yang mulai dikuasai oleh Tiongkok.

"Setelah kajian kami banyak membahas tentang keadaan negara yang sudah dikuasai oleh Tiongkok."

"Masalah tenaga kerja, kekayaan alam, serta kekuatan industri telah dikuasai oleh Tiongkok," jelasnya.

Baca juga: Penjual Airgun kepada Zakiah Aini Mantan Napi Teroris Aceh, Kini Dibawa ke Jakarta

Ia kemudian diajak melacak industri Tiongkok yang berada di Indonesia. Tempat itu menjadi salah satu target untuk aktivitas terornya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved