Breaking News:

Aksi Terorisme

Terduga Teroris Ini Pakai Uang Infak dan Sedekah untuk Beli Bahan Baku Bom, Lalu Dibekali Ilmu Kebal

Selain merakit bom, terduga teroris ini juga terlibat dalam pengumpulan dana pembelian bahan baku bom.

TRIBUNNEWS/BIAN HARNANSA
Densus 88 meringkus Andriawan alias Maliq, karena merakit bom dan terlibat dalam pengumpulan dana pembelian bahan baku bom. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Andriawan alias Maliq ditangkap Densus 88 di daerah Jakarta-Bekasi.

Selain merakit bom, terduga teroris ini juga terlibat dalam pengumpulan dana pembelian bahan baku bom.

Dalam video yang tersebar di awak media, Maliq mengaku sempat bertugas sebagai bendahara untuk mengumpulkan dana melalui infak.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Ingin Doa Semua Agama Dipanjatkan di Acara Kemenag, Waketum MUI Tak Setuju

"Saya dijadikan bendahara untuk mengumpulkan infak dan sodaqoh dari majelis Yasin Walatif," kata Maliq.

Kata Maliq, uang infak tersebut kemudian digunakan untuk membeli bahan baku bom aseton peroksida (TATP).

"Uang infak tersebut saya gunakan untuk membeli aseton atas perintah Habib Husein dan Zulaimi Agus," ungkapnya.

Baca juga: PANDUAN Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H di Masa Pandemi, Kuliah Subuh Paling Lama 15 Menit

Ia juga mengetahui rencana pembelian air keras yang bakal digunakan saat aksi demonstrasi.

Rencana itu diungkapkan oleh terduga teroris lainnya, Husein Hasni.

"Saya ikut ke rumah Haji Popon untuk mengisi ilmu kebal agar tidak sakit untuk persiapan demonstrasi."

Baca juga: Penjual Airgun kepada Zakiah Aini Mantan Napi Teroris Aceh, Kini Dibawa ke Jakarta

"Demikian pernyataan yang saya buat dalam keadaan sadar dan tidak ada paksaan dari mana pun," tuturnya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved