Breaking News:

Jadwal Salat

Jadwal Salat Duha Jabodetabek Selasa 6 April 2021, Ini Keutamaan, Bacaan Niat, Doa dan Tata Caranya

Jadwal Salat Duha Jabodetabek Selasa 6 April 2021 dirilis Bimas Islam Kemenag RI melalui laman resminya di bimasislam.kemenag.go.id.

row pixel
Ilustrasi: Jadwal Salat Duha Jabodetabek Selasa 6 April 2021 dirilis Bimas Islam Kemenag RI melalui laman resminya di bimasislam.kemenag.go.id. 

ISYA: 19:08

Kota Tangerang

IMSAK: 04:30

SUBUH: 04:40

TERBIT: 05:52

DUHA: 06:19

ZUHUR: 11:59

ASAR15:15

MAGRIB: 17:59

ISYA: 19:08

Kota Bekasi

IMSAK: 04:29

SUBUH: 04:39

TERBIT: 05:51

DUHA: 06:18

ZUHUR: 11:58

ASAR: 15:14

MAGRIB: 17:58

ISYA: 19:07

Keutamaan, Bacaan Niat dan Doa, Hingga Tata Cara Pelaksanaan Salat Duha

Simak beberapa keutamaan shalat Duha lengkap beserta tata cara, bacaan niat, dan doa setelah shalat Duha.

Shalat Duha merupakan shalat sunnah yang dianjurkan dan terdapat banyak keutamaan dalam shalat Duha.

Banyak Hadist yang menunjukkan keutamaan dari shalat Duha ini.

Satu di antaranya adalah sarana untuk memohon ampunan dosa.

Hadist riwayat At Tirmidzi dan Ibnu Majah menyebut bahwa "Siapa yang membiasakan (menjaga) shalat Duha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan."

Keutamaan lain dari shalat Duha yakni termasuk dalam bagian dari sedekah.

Dalam Hadist riwayat Muslim, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya.

Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah.

Semua itu dapat diganti dengan shalat Duha dua rakaat."

Shalat Duha dikerjakan mulai saat matahari meninggi setinggi tombak, atau lima belas menit setelah matahari terbit, sampai tergelincir matahari, masuknya sholat dzuhur.

Berikut tata cara, bacaan niat, beserta doa setelah shalat Duha, dilansir dari laman muslim.or.id dan islami.co:

Tata Cara Shalat Duha

Tata cara shalat Duha sebenarnya sama sebagaimana shalat lainnya, yakni dikerjakan dengan dua rakaat - dua rakaat.

Hal tersebut berdasarkan hadist dari Abdullah bin Umar:

صلاةُ اللَّيلِ والنَّهارِ مَثنَى مَثنَى

“Shalat (sunnah) di malam dan siang hari, dua rakaat-dua rakaat.” (HR. Abu Daud no. 1295, An Nasa-i no. 1665, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud)

Syaiikh Abdul Aziz bin Baz juga menjelaskan:

ويقرأ فيها ما تيسر سوراً أو آيات ليس فيها شيء مخصوص، يقرأ فيها ما تيسر من الآيات أو من السور. وأقلها ركعتان تسليمة واحدة، وإن صلى أربع أو ست أو ثمان أو أكثر يسلم من كل ثنتين فكله حسن

“Dalam shalat Duha, setelah membaca Al Fatihah, silakan membaca surat atau ayat-ayat apa saja yang dimampui, tidak ada surat atau ayat khusus yang diutamakan. Silakan membaca ayat atau surat apa saja. Jumlah rakaatnya minimal dua rakaat dengan satu salam. Jika ingin shalat empat rakaat atau enam atau delapan rakaat, atau bahkan lebih, dengan salam di setiap dua rakaat, maka ini semua baik."

Ilustrasi - Niat shalat Duha beserta bacaan doa yang dipanjatkan setelah shalat Duha (aboutislam.net)
Niat dan Doa Setelah Shalat Duha

Mengucapkan niat shalat Duha sebelum takbirotul ihram hukumnya sunnah menurut madzhab Syafi’i dan Hambali.

Niat Shalat Duha:

USHOLLI SUNNATADH DuhaA ROK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA’AN LILLAAHI TA’AALAA.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah Duha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Sebenarnya tidak ada doa khusus yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam setelah selesai shalat Duha.

Tetapi ada satu doa yang dipanjatkan setelah selesai shalat Duha, doa ini oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan disebutkan pula oleh Ad Dimyathi dalam I’anatuth Thalibiin.

Doa Setelah Shalat Duha:

ALLAHUMMA INNADHDuha-A Duha-UKA, WALBAHAA-ABAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWAATUKA, WAL QUDROTA QUDROTUKA, WAL ‘ISHMATA ISHMATUKA.

ALLAHUMA INKAANA RIZQII FISSAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’SIRON FAYASSIRHU, WAINKAANA HAROOMAN FA THOHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QORIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDROTIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHOOLIHIiN.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu Duha adalah waktu Duha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran Duha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, Berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih.”

(CC/Wartakotalive.com/Tribunnews.com/Lanny Latifah)

Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved