Breaking News:

Ekspor Impor

Dubes RI untuk China Akui Nasionalisme Membuat Produk Ekspor Indonesia Tak Diminati

Dari data yang dimilikinya, Djauhari mengatakan volum perdagangan kedua negara mencapai 78,5 miliar Dolar Amerika. 

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Duta Besar  Republik Indonesia (Dubes RI) untuk China, Djauhari Oratmangun turut menanggapi perihal sertifikasi produk-produk ekspor tanah air yang bersinggungan dengan lingkungan dan juga Hak Asasi Manusia (HAM). 

Dalam Dialog Gerakan Ekspor Indonesia (Diginas) yang diselenggarakan Tribun Network, Djauhari mengatakan banyak produk-produk asal Indonesia yang ada di China terkena imbas akibat isu lingkungan dan HAM. 

Nasionalisme warga Tiongkok yang kuat membuat ratusan toko yang menjual produk tanah air tak didatangi atau dibeli oleh warga Negeri Tirai Bambu ini. 

Baca juga: Indonesia Punya Potensi Green Economy Melalui Ekowisata, Tidak Perlu Eksploitasi Alam Besar-besaran

Baca juga: SMPIT/SMAIT Taruma Padukan Kurikulum Nasional, Kurikulum Sepakbola dan Program Hafalan Al-Quran

“Nasionalisme di Tiongkok menyuarakan situasi HAM, mereka menggerakan sehingga toko-toko yang jumlahnya ratusan (di Tiongkok) tidak di datangi. Nasionalisme mereka memang kuat sehingga mereka ngga membeli produk-produk (Indonesia yang bersinggungan dengan lingkungan dan HAM) tersebut,” kata Djauhari pada Diginas yang diselenggarakan secara online atau daring, Selasa (6/4/2021). 

Dalam diskusi yang turut dihadiri empat dubes RI untuk Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia ini, Djauhari mengatakan adanya peningkatan posisi Indonesia se-ASEAN terhadap hubungan perdagangan dengan China. 

Di mana ketika dirinya baru menjabat sebagai Dubes RI untuk China, posisi Indonesia ada di peringkat lima se-ASEAN, capaian ini dikatakan Djauhari tak menyenangkan untuk dirinya. 

Baca juga: Gantikan Prameks, Ini Capaian Penumpang KRL Solo-Jogja

Sebab, sebagai mitra strategis, harusnya Indonesia dapat mencapai urutan pertama dalam urusan hubungan perdagangan dengan China. 

Dari data yang dimilikinya, Djauhari mengatakan volum perdagangan kedua negara mencapai 78,5 miliar Dolar Amerika. 

Menteri Perdagangan (Mendag) RI Muhammad Lutfi dikatakan Djauhari telah mematok adanya peningkatan agar nilai tersebut mampu menembus angka USD 100 miliar

Baca juga: Prof Maruarar sebut Polemik Kewarganegaraan Bupati Terpilih Orient Riwu Kore Wewenang Pemerintah

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved