Breaking News:

Bulan Ramadan di Masa Pandemi, Masjid Istiqlal Hanya Tampung 2.000 Jemaah untuk Salat Tarawih

Dipastikan pengelola Masjid Istiqlal akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Iya nanti kita buka saat bulan Ramadan

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah pekerja pembangunan renovasi tengah melaksanakan salat dzuhur dengan mematuhi protokol kesehatan di Mesjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Agama mengeluarkan Surat Edaran panduan ibadah selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 1442 H atau tahun 2021, Pemerintah mengizinkan salat tarawih dan Id diizinkan dengan protokol kesehatan Covid-19 ketat.

Atas keputusan itu, Juru Bicara Masjid Istiqlal Jakarta Nur Khayin mengatakan Masjid Istiqlal nantinya akan dibuka untuk umum sesuai dengan keputusan Pemerintah. Meskipun demikian kebijakan ini juga berlaku di masjid-masjid yang ada di lingkungan masyarakat.

Dipastikan pengelola Masjid Istiqlal akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Iya nanti kita buka saat bulan Ramadan. Nanti akan sangat terbatas untuk jemaah yang salat tarawih,” kata Nur Khayin, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: KPK: Setelah Samin Tan, Tangkap Harun Masiku dan DPO Lainnya

Baca juga: Queen Dimsum Milik Winny Putri Lubis dan Bunda Punya Cita Rasa Khas yang Nikmat

Dikatakan Nur Khayin kapasitas Masjid Istiqlal membatasi jumlah jemaah yang datang untuk salat tarawih sekitar 2.000. Jadi kapasitas saat bulan Ramadan menyesuaikan anjuran pemerintah, hanya tidak 50 persen kapasitas. Sebab jika 50 persen kapasitas khawatir protokol kesehatan tidak terlaksana dengan baik.

Atas hal itu, Istiqlal memutuskan pada ramadan ini hanya menampung 2.000 jemaah yang akan melaksanakan salat tarawih pada bulan Ramadan. Sehingga protokol kesehatan seperti jaga jarak akan maksimal diterpakan.

“Jadi nanti akan ditempatkan di lantai utama saja. Kisaran 2.000-an saja yang akan bisa ditampung,” katanya.
Disebutkan, Masjid Istiqlal dapat menampung hingga 200.000 jemaah. Masjid Istiqlal tak mengikuti aturan yang membatasi pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas rumah ibadah.

Baca juga: 14 Kru Kapal Nelayan Korban Tabrakan di Indramayu Hilang Belum Ditemukan, Tim SAR Sisir Lokasi 

Baca juga: Yuyun Sukawati Menyesal Dinikahi Fajar Umbara, Baru Tahu Suami Keduanya Senang Lakukan Penganiayaan

Sebab, jika mengikuti aturan itu, maka jemaah akan tetap membeludak dan sulit untuk memastikan penerapan protokol kesehatan. Saat ini pengelola Masjid Istiqlal masih terus membahas soal teknis pembukaan masjid di tengah pandemi Covid-19.

Sebelumnya Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pembahasan untuk mengatur jumlah pengunjung agar tidak lebih dari 30 persen kapasitas normal.

Pembatasan 30 persen jumlah pengunjungan, kata Nasaruddin, dipertimbangkan karena terlalu besarnya kapasitas tampung Masjid Istiqlal. Sehingga prokes tetap berjalan dengan baik.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved