Breaking News:

Breaking News

BREAKING NEWS: Tinggi Muka Air Dua Pintu Air di Jakarta Status Siaga 2, Warga DKI Diminta Waspada

Hari ini, Selasa (6/4/2021), tinggi muka air di dua pintu air di Jakarta pukul 06.00 WIB berstatus Siaga 2 atau siaga.

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Selasa (6/4/2021) pukul 06.00 WIB tinggi muka air di dua pintu air di Jakarta berstatus Siaga 2 atau siaga. Foto ilustrasi: Kondisi ketinggian air di Pintu Air Manggarai Jakarta Pusat setelah DKI Jakarta diguyur hujan deras, Kamis (18/2/2021). 

"Perubahan iklim global itu memang nyata, ditandai semakin meningkatnya suhu baik di udara maupun di muka air laut," ujar Dwikorita dalam konferensi pers secara virtual yang dipantau dari Jakarta sebagaimana dikutip Antara, Senin (5/4/2021).

Menurut dia, fenomena ini jarang terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia. Namun, sejak sepuluh tahun terakhir, kejadian siklon tropis semakin sering terjadi.

Baca juga: Beberapa Kabupaten di Jawa Tengah Kena Dampak Siklon Tropis Riley

Bahkan pada 2017, dalam satu pekan bisa terjadi dua kali siklon tropis.

"Hal ini menunjukkan memang dampak perubahan iklim global harus benar-benar segera kita antisipasi," kata dia.

Perihal siklon tropis seroja di NTT, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini waspada bibit siklon pada 2 April.

Beberapa faktor yang mengakibatkan terbentuknya bibit siklon seroja itu suhu muka laut yang semakin hangat di wilayah Samudera Hindia mencapai lebih dari 26,5 hingga 29 derajat celcius atau melebihi rata-rata.

Baca juga: Dinginnya Bandung Karena Adanya Siklon Tropis Maria di Filipina

"Ada kenaikan dua derajat celcius itu sudah sangat signifikan untuk kondisi cuaca," kata dia.

Kemudian suhu udara di lapisan atmosfer menengah pada 500 milibar juga semakin hangat lebih dari tujuh derajat celcius.

Dua hal tersebut meningkatkan kelembapan udara dan juga mengakibatkan naiknya tekanan udara.

"Akibatnya terjadi aliran angin karena sifatnya siklonik, artinya ada pusat kemudian di kelilingi oleh suhu udara yang lebih dingin maka terjadilah aliran masa udara atau angin yang sifatnya siklonik," kata dia.

Baca juga: BNPB : Puluhan Ribu Orang Mengungsi Akibat Dampak Siklon Tropis Cempaka

Siklon tropis sendiri memberikan dampak berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang.

Selain itu, memberikan dampak pula pada gelombang laut yang tinggi.

Dwikorita menjelaskan siklon tropis diprediksi masih akan terjadi hingga Selasa (6/4), namun kekuatannya mulai melemah dan semakin menjauh dari wilayah Indonesia.*

Penulis: Hertanto Soebijoto
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved