Breaking News:

Investasi

Asosiasi Furniture dari China Disebut Akan Kunjungi Indonesia untuk Investasi

Volume perdagangan antara Indonesia dan Cina saat ini sebesar 78,5 miliar dolar AS dan akan ditingkatkan menjadi 100 miliar dolar AS di 2024. 

Istimewa
Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun 

Produk Indonesia terkena imbas isu lingkungan

Di sisi lain, Djauhari Oratmangun turut menanggapi perihal sertifikasi produk-produk ekspor tanah air yang bersinggungan dengan lingkungan dan juga Hak Asasi Manusia (HAM). 

Dalam Dialog Gerakan Ekspor Indonesia (Diginas) yang diselenggarakan Tribun Network, Djauhari mengatakan banyak produk-produk asal Indonesia yang ada di China terkena imbas akibat isu lingkungan dan HAM. 

Nasionalisme warga Tiongkok yang kuat membuat ratusan toko yang menjual produk tanah air tak didatangi atau dibeli oleh warga Negeri Tirai Bambu ini. 

Baca juga: Indonesia Punya Potensi Green Economy Melalui Ekowisata, Tidak Perlu Eksploitasi Alam Besar-besaran

Baca juga: SMPIT/SMAIT Taruma Padukan Kurikulum Nasional, Kurikulum Sepakbola dan Program Hafalan Al-Quran

“Nasionalisme di Tiongkok menyuarakan situasi HAM, mereka menggerakan sehingga toko-toko yang jumlahnya ratusan (di Tiongkok) tidak di datangi. Nasionalisme mereka memang kuat sehingga mereka ngga membeli produk-produk (Indonesia yang bersinggungan dengan lingkungan dan HAM) tersebut,” kata Djauhari pada Diginas yang diselenggarakan secara online atau daring, Selasa (6/4/2021). 

Dalam diskusi yang turut dihadiri empat dubes RI untuk Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia ini, Djauhari mengatakan adanya peningkatan posisi Indonesia se-ASEAN terhadap hubungan perdagangan dengan China. 

Di mana ketika dirinya baru menjabat sebagai Dubes RI untuk China, posisi Indonesia ada di peringkat lima se-ASEAN, capaian ini dikatakan Djauhari tak menyenangkan untuk dirinya. 

Baca juga: Gantikan Prameks, Ini Capaian Penumpang KRL Solo-Jogja

Sebab, sebagai mitra strategis, harusnya Indonesia dapat mencapai urutan pertama dalam urusan hubungan perdagangan dengan China. 

Dari data yang dimilikinya, Djauhari mengatakan volum perdagangan kedua negara mencapai 78,5 miliar Dolar Amerika. 

Menteri Perdagangan (Mendag) RI Muhammad Lutfi dikatakan Djauhari telah mematok adanya peningkatan agar nilai tersebut mampu menembus angka USD 100 miliar

(Yanuar Riezqi Yovanda/Vini Rizky Amelia)

Penulis:
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved