Breaking News:

Investasi

Asosiasi Furniture dari China Disebut Akan Kunjungi Indonesia untuk Investasi

Volume perdagangan antara Indonesia dan Cina saat ini sebesar 78,5 miliar dolar AS dan akan ditingkatkan menjadi 100 miliar dolar AS di 2024. 

Penulis: | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun mengungkapkan, Asosiasi Furniture dari China akan mengunjungi Indonesia untuk investasi di pertengahan April 2021. 

Djauhari mengatakan, selain itu, hasil kunjungan tiga menteri sebelumnya cukup bagus dari China untuk komitmen ekspor dengan adanya penandatanganan untuk pembelian produk-produk pertanian dan furniture dari Indonesia. 

"Nilainya sejumlah 1,38 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Lalu, komitmen investasi juga untuk sektor furniture dari Asosiasi Furniture di sini, tanggal 16 April mereka ke Indonesia," ujarnya secara virtual dalam acara "Dialog Gerakan Ekspor Nasional: Target Ekspor Negara Sahabat" yang digelar Tribun Network, Selasa (6/4/2021). 

Baca juga: Hino Luncurkan Dua Amunisi Barunya, Truk Logistik Ranger FLX 260 JW dan Bus Hino R 260 AS

Baca juga: Dubes RI untuk China Akui Nasionalisme Membuat Produk Ekspor Indonesia Tak Diminati

Asosiasi Furniture itu, lanjut dia, akan berinvestasi di industrial park sekira 1,3 miliar dolar AS serta ada juga komitmen investasi untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV). 

"Investasi EV dengan CATL dan lain-lain konsorsium sekira 5 miliar dolar AS dengan Pak Erick menyaksikan 

"Jadi lumayan hasil positif dari sini dan khusus mengenai perdagangan Indonesia dengan China, waktu saya pertama masuk ke sini, kita peringkat 5 di ASEAN. Jadi, saya juga tidak terlalu senang karena sebagai strategic comprehensive partnership mestinya kita di urutan pertama di perdagangan," katanya. 

Sementara, dalam di investasi, Indonesia di urutan pertama serta pariwisata di urutan keempat dan akan terus didorong agar perdagangan dengan China meningkat signifikan dari urutan keempat sekarang. 

Baca juga: Indonesia Punya Potensi Green Economy Melalui Ekowisata, Tidak Perlu Eksploitasi Alam Besar-besaran

Menurut data yang pihaknya peroleh volume perdagangan antara kedua negara sebesar 78,5 miliar dolar AS dan akan ditingkatkan menjadi 100 miliar dolar AS di 2024. 

Dari volume perdagangan tersebut, ekspor Indonesia itu 37,4 miliar dolar AS atau naik 10,10 persen dibanding 2019 dengan volume impor masih sekira 41 miliar dolar AS. 

"Jadi, defisit perdagangan kita sekarang itu sekira 3,6 miliar dolar AS atau menurun 60 persen dari angka 7 miliar dolar AS defisit perdagangan tahun sebelumnya (2019). Ini bisa ditutup dengan investasi yang masuk ke Indonesia, kita coba menyeimbangkan dalam konteks (defisit perdagangan) ini," pungkas Djauhari.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved