Breaking News:

15 Sekolah di Jakarta Gagal PTM Lantaran Tidak Konsisten Saat Uji Coba

gagalnya 15 sekolah tersebut mengikuti PTM karena ada yang tidak seutuhnya mengikuti pelatihan yang diadakan dinas.

Wartakotalive/Angga Bhagya Nugraha
Guru sekolah tengah membersihkan ruang kelas di SDN Kenari 08, Jakarta Pusat, Selasa (6/4/2021). Suku Dinas Pendidikan Kota Jakarta Pusat segera menggelar uji coba sekolah tatap muka di tujuh sekolah mulai 7 April hingga 29 April 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Lima belas sekolah atau satuan pendidikan di Jakarta dinyatakan gagal untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) yang digelar pada Rabu (7/4/2021). Alasannya beragam, ada yang tidak konsisten mengikuti ujicoba dan ada yang mendadak mengundurkan diri.

Kepala Sub Bagian Humas Kerja Sama Antar Lembaga pada Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja mengatakan, awalnya pemerintah daerah telah memasukan 100 satuan pendidikan sebagai piloting (percontohan) untuk melaksanakan PTM. Setelah mengikuti pelatihan selama dua pekan, ternyata 14 sekolah yang dinyatakan gagal dan satu lagi memilih mundur.

“Jadi totalnya ada 15 sekolah dari 100 sekolah yang tidak melaksanakan PTM, sementara 85 lainnya diteruskan untuk melakukan PTM,” kata Taga pada Selasa (6/4/2021).

Taga membeberkan, gagalnya 15 sekolah tersebut mengikuti PTM karena ada yang tidak seutuhnya mengikuti pelatihan yang diadakan dinas. Dia mencontohkan, ujicoba diikuti minimal tiga orang yang terdiri dari satu Kepala Sekolah dan dua guru, namun dua yang dinyatakan lulus sementara satu tidak mengikuti sehingga dinyatakan gagal.

Baca juga: Hino Luncurkan Truk Logistik Ranger FLX 260 JW dan Bus Hino R 260 AS (Air Suspension)

Baca juga: Mayjen TNI Dadang Hendrayudha: Pentingnya Pengelolaan Sumber Daya Nasional Sebagai Pertahanan Negara

Faktor kedua, beberapa sekolah tidak konsisten mengerjakan modul-modul daring yang diberikan dinas saat ujicoba selama dua pekan. Tidak hanya harus mengerjakan modul itu, mereka juga harus menyerahkan hasilnya secara utuh kepada dinas.

“Modul-modul itu dikerjakan secara utuh dan tepat waktu, kalau tidak dilakukan maka tidak lulus sekolah piloting,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Taga juga menjelaskan satu sekolah yang dinyatakan mundur, yakni SMP Pluit Raya, di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Kata dia, sekolah tersebut rupanya tidak ada persiapan untuk menerapkan PTM, dan Dinas Pendidikan tidak memaksa keputusan mereka karena lebih mengedepankan kesehatan dan keselamatan anak didik.

Baca juga: DPD RI Ingatkan Perlunya Langkah Antisipatif Ancaman Bencana

Baca juga: Rencana Demo Buruh Minggu Depan, Menaker Ida Ajak Serikat Buruh Perkuat Dialog

“Sementara kami fokus yang 85 sekolah agar mereka yang lolos dipantau secara optimal oleh Disdik dan pengawas, sehingga apa yang diinginkan pemerintah tercapai dengan baik,” jelasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 100 sekolah di Jakarta direncanakan bakal menggelar pembelajaran tatap muka saat pandemi Covid-19. Saat ini, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah melakukan piloting atau pencontohan sekolah tersebut.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Oman Rohman Rakinda mengatakan, rencananya pembelajaran tatap muka di sekolah secara terbatas akan dilakukan mulai ‪7-29 April 2021‬.

Hal itu dikatakan Oman usai rapat kerja antara Komisi E DPRD DKI dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada Rabu (31/3/2021). “Ada 100 sekolah yang dilakukan piloting dan asismen sudah dilakukan sejak bulan Februari 2021 lalu,” katanya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved