Breaking News:

Sudah Mandek 3,5 Tahun, Anies Ditanya Soal Komitmen Normalisasi Sungai

Pengamat Tata Kota Nirwono Yoga mempertanyakan program pelebaran sungai yang mandek hampir 3,5 tahun. 

Warta Kota/Feryanto Hadi
Proyek normalisasi Sungai Ciliwung di wilayah RW01, Cawang Pulo, Kramat Jati, Jakarta Timur mulai berjalan. Sebelumnya, pada 15 November lalu, puluhan bangunan di sepanjang tepi sungai ditertibkan. Ratusan warga direlokasi ke Rumah Susun Sewa Rawa Bebek. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengamat Tata Kota Nirwono Yoga mempertanyakan program pelebaran sungai yang mandek hampir 3,5 tahun. 

Program itu kembali dipertanyakan usai Pemprov DKI Jakarta berencana melakukan pembangunan kampung vertikal di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti itu mempertanyakan dimana kampung vertikal tersebut akan dibangun.

Baca juga: Ariza Sebut Menyiapkan Anggaran Pembebasan Lahan Hingga Rp 1 Triliun untuk Normalisasi Sungai

"Apakah kampung vertikal itu masuk ke dalam 7,5 meter perjanjian pelebaran sungai Ciliwung dengan Kementerian PUPR ataukah bukan?" ujar Nirwono dikonfirmasi Senin (5/4/2021).

Kata Nirwono, apabila kampung tersebut masuk ke dalam wilayah permukiman bantaran sungai yang harus ditertibkan, maka program kampung vertikal jelas melanggar aturan tata ruang.

Sebab, kata Nirwono, perjanjian Pemprov DKI Jakarta dengan Kementerian PUPR sebelumnya ialah melebarkan dulu sungai baru kemudian menata kampung di sekitar.

Baca juga: Dikritik Keras, Pemprov DKI Tepis Normalisasi Sungai Dihapus dalam Perubahan RPJMD 2017-2022

Apabila bantaran sungai sudah bersih dari permukiman, maka Nirwono mempersilakan pembangunan kampung vertikal seperti yang sudah diumumkan Pemprov DKI Jakarta.

Menjadi masalah saat ini, kata Nirwono, ialah program normalisasi sungai Jakarta sudah mandek selama kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan.

Sudah 3,5 tahun ini, Jakarta dianggap tidak pernah lagi memindahkan permukiman kumuh yang dibangun di atas bantaran sungai.

Sehingga apabila kampung vertikal dibangun sebelum normalisasi dilakukan, maka dikhawatirkan hal itu akan menjadi contoh buruk bagi permukiman lain yang dibangun di bantaran kali.

Baca juga: Harap Bersabar, Normalisasi Sungai Bekasi Fase 1 Masih Proses Lelang

Halaman
12
Penulis: Desy Selviany
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved