Aksi terorisme

Pengakuan Dua Terduga Teroris, Ini Alasan Mereka Membuat Bom Panci

Keduanya tertangkap saat penangkapan sejumlah terduga teroris di Jakarta dan Bekasi. Ahmad dan Zulaimi diduga merakit bom untuk rencana aksi terorism

Istimewa
Ilustrasi - Datasemen Khusus Antiteror (Densus 88) Mabes Polri melakukan penggeledahan rumah terduga teroris di Jalan Flamboyan 2 Blok F3, Perumahan Griya Setu Permai 1, Setu, Kabupaten Bekasi. 

Wartakotalive.com, Jakarta - Dua terduga teroris membuat pengakuan mengejutkan.

Ahmad Junaidi dan Zulaimi Agus tertangkap oleh Densus 88 Antiteror pasca bom bunuh diri di Makassar.

Keduanya tertangkap saat penangkapan sejumlah terduga teroris di Jakarta dan Bekasi.

Ahmad dan Zulaimi diduga merakit bom untuk rencana aksi terorisme.

Ahmad Junaidi menjadi ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Jakarta.

Ia diketahui terlibat dalam perakitan bom aseton peroksida (TATP).

Bom jenis ini biasanya digunakan oleh para 'pengantin' dengan panci, atau biasa disebut bom panci.

Pengakuan itu diungkapkan Ahmad Junaedi dalam video yang tersebar di kalangan awak media.

Dalam video itu, Ahmad mengaku pertama kali terjerumus dalam lingkaran aktivitas teroris itu saat mengikuti jamaah pengajian Yasin Walatif.

"Saya tergabung dalam jamaah pengajian Yasin Walatif di bawah pimpinan Habib HH Condet dan diadakan setiap malam Jumat bergilir ke rumah-rumah semua anggota. Jamaah pengajian," kata Ahmad.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved