Breaking News:

Paham Radikal Lewat Medsos, Divisi Humas Polri Imbau Masyarakat Mesti Pandai Memilih Konten Internet

Pengguna internet di Indonesia saat ini sangat besar, mencapai 73,3 persen dari populasi. Jumlah ini setara dengan 202 juta penduduk.

Penulis: Dedy | Editor: Dedy
Warta Kota
Karopenmas Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH --- Penyebaran paham radikal saat ini banyak terjadi melalui media sosial dan internet.

Hal itu yang terjadi pada pelaku penyerangan Mabes Polri, ZA.

ZA disebut terpapar paham radikal lewat internet.

“Yang perlu kita cermati bersama bahwa sekarang penularan daripada paham-paham (radikal) itu, banyak menggunakan internet ataupun media sosial yang sekarang banyak digunakan oleh masyarakat,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam diskusi daring (dalam jaringan), Minggu (4/4) seperti dilansir Kompas.com.

Karena itu, Rusdi mengimbau masyarakat untuk pandai memilah konten di internet.

Pengguna internet di Indonesia saat ini sangat besar, mencapai 73,3 persen dari populasi.

Jumlah ini setara dengan 202 juta penduduk.

Jika masyarakat tak selektif terhadap informasi, dikhawatirkan akan terjerumus pada konten-konten yang menyesatkan.

“Begitu banyaknya ini tentunya membutuhkan masyarakat yang harus bisa memilih dan memilah konten-konten mana itu yang benar, konten-konten mana yang menyesatkan,” ujar Rusdi.

Untuk mewujudkan hal itu, yang menjadi tantangan adalah menciptakan ekosistem internet yang dipenuhi informasi resmi dan terpercaya.

Terkait hal ini, pemerintah melalui Polri membentuk polisi virtual yang bertujuan untuk mengedukasi dan mengingatkan masyarakat agar tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan informasi.

Meski demikian, kata Rusdi, muncul tantangan baru terkait hal itu, lantaran tak semua pihak setuju dengan keberadaan polisi virtual.

“Itu tantangan bagaimana ketika polisi ingin mengedukasi, melindungi, melayani masyarakat ternyata ada pihak-pihak tertentu juga yang berusaha menghalangi aktivitas kepolisian tersebut,” kata dia.

Baca juga: Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Janji Siapkan MoU Revitalisasi Pasar Sukatani yang Rusak dan Bau

Baca juga: Jelang Ramadan Harga Daging Sapi Mahal, Pedagang Sebut Antusiasme Warga Tidak Seperti Tahun Lalu

Baca juga: Pedagang Kembang di TPU Pondok Rajeg Pilih Jualan Saat Musim Ziarah Lumayan Sehari Dapat Rp 300 Ribu

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved